Guru Tanya Soal Gaji, Kesra & Sertifikasi, Komisi V Sebut Dinas P & K NTT “Bohong”


Ilustrasi uang rupiah. Sumber Foto internet

Ilustrasi uang rupiah. Sumber Foto internet

Zonalinenews -Kupang,- Tunjangan Kesejahtraan Guru ( Kesra) Pengawai Negeri Sipil (PNS ) lingkup Pemerintah Propinsi NTT yang dijanjikan 500 ribu rupiah rencana dicairkan sebelum lebaran Idul Fitri 2019 terhitung dari Januari 2019 sampai saat ini tak kunjung direalisasi.

” Bukan hanya Kesra , Sertifikasi guru termin pertama dari Januari sampai Maret belum cair. Bahkan bulan April sampai Juni 2019 juga belum direalisasi,” Demikian keluh salah seorang Guru SMK di Kota Kupang yang tidak ingin namanya dipublikasikan kepada Zonalinenews Rabu 12 Juni 2019 pukul 10.30 wita.

Bahkan menurutnya gaji guru setiap bulan masuk ke rekening diatas tanggal 10.

” Saya sarankan kalau boleh tanggal 1 setiap bulan guru bisa terima gaji ,” ungkapnya.

Padahal sebelumnya Kepala Dinas Pendikan Propinsi NTT, Benyamin Lona menjamin akan berupaya merealisasikan Kesra guru dan tunjangan lain termaksud insentif guru honorer komite dan yayasan sebelum hari raya Idul Fitri 1440 hijriah.

Jaminan tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan saat rapat bersama dengan Komisi V tanggal 26 dan 28 Mei 2019.

” Sampai saat ini ( Rabu 12 Juni 2019 pukul 10.00 wita) pembayaran gaji belum terealisasi pemerintah tidak becus soal pembayaran tunjangan guru. Ini harus ditulis biar Gubernur tau Dinas pendidikan kerja tidak profesional dalam mengurus gaji guru ,’ ungkap Ketua Komisi V DPRD NTT, Jimmy Sianto saat memimpin Rapat komisi V DPRD menangih janji Kepala Dinas P & K NTT beberapa waktu lalu.

Menanggapi belum direalisasi gaji guru Honer dan Kesra guru anggota Komisi V DPRD NTT, Yohanis Rumat menegaskan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT telah membohongi Guru dan DPRD NTT serta masyarakat.

” Dinas sudah janji dan terkait anggaran sudah ada kenapa belum terealisasi ini kerja tidak profesional,” ungkap Rumat.

Sementara Kepala Dinas pendidikan NTT Benyamin Lona tidak bisa hadir memberikan klarifikasinya di Komisi V DPRD NTT terkait persoalan Kesra dan tunjangan guru dengan dalih” tidak enak badan”.

” Pak Kadis tidak bisa hadir karena tidak enak badan ,” ujar Kabid SMK Dinas Pendidikan NTT , Pius Rasi mewakili Kadis Pendidikan menjawab pertanyaan Komisi V.

Menurut Pius terkait masalah gaji guru nanti dirinya akan sampaikan ke Kepala Dinas Pendidikan.(*tim)