Himpunan Pelajar Mahasiswa Asal Boawae di Ende Gelar LKTD


IMG-20190602-WA0018

Zonalinenews.com – Ende,- Puluhan Kader Perhimpunan Mahasiswa Asal Boawae (HIPMAB) di Ende mengikuti Latihan Kepemimpinan Tingkat Dasar (LKTD) di Woloweku , Kecamatan Ende Tengah, Kabupaten Ende NTT, Sabtu 1 Juni 2019.

Turut hadir mengikuti kegiatan LKTD, Ketua umum HIPMAB, Ketua Panitia LKTD, Peserta HIPMAB, Simpatisan HIPMAB, Sesepuh Anggota HIPMAB di Ende

Menurut Ketua Panitia Heribertus Tema Jogo, LKTD bertujuan untuk melatih generasi muda Boawae membentuk kader yang siap menghadapi tuntuntan zaman, sehingga mental dan rasa percaya diri bisa tertanam di dalam diri generasi muda boawae dan pemimpin masa depan.

“Menjadi seorang pemimpin harus bermental baja, berintelektual, namun santun dan rendah hati,” tutur ketua panitia Heribertus Tema Jogo.

Lanjutnya, dengan diadakannya LKTD ini, setiap kader HIPMAB ditempah mental dan kepribadian sebagai pemimpin.

“HIPMAB siap melahirkan kader penerus bangsa, negara dan gereja. Kita harus mempersiapkan diri sejak muda,” ungkapnya.

Senada, Ketua HIPMAB Maurinus Reyndra Poa mengungkapkan sangat optimismenya. Menurut Maurinus, ada makna khusus dari tema yang diangkat. “Tema Menjadikan Kaum Muda Yang Militasi,Kreatif dan Progresif Dalam Menghadapai Tuntutan Zaman”.

Kegiatan ini sebagai bentuk pembinaan generasi muda yang difokuskan pada kompetensi individu di mana kader penerus Bangsa ,Negara dan Gereja bisa menjadi pemimpin yang bertanggung jawab dan berkualitas di masa depan.

“Kepemimpinan Kader yang Kreatif dan Dinamis ini ada maksudnya. Dengan perkembangan zaman yang begitu dinamis, pemuda harus siap menjadi agen perubahan,” terang Maurinus

Harapan Maurinus dengan adanya kegiatan LKTD anggota HIPMAB dapat mengaplikasikan di tengah masyarakat.

Anggota Simpatisan HIPMAB Petrus Kristologus Betu juga mengingatkan bahwa kegiatan LKTD ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa sebagai agen perubahan,sehingga ketika masuk dalam dunia kerja kita bisa mengimplementasikan di tengah masyarakat.

Pemuda jangan termakan isu-isu SARA (suku, agama, ras, dan antar golongan) yang saat ini meluas.

” Itu merusak simpul kebhinekaan yang menjadi landasan kehidupan bangsa ini. Pemuda harus menjadi ujung tombak pendobrak sekat-sekat penghalang diskriminasi,” tegasnya.
(*Nasan Kua)