Ornamen Suci “Plesir” Ke Bali, Begini Penjelasan Konferia Larantuka


Zonalinenews.Com, Larantuka Berseliwerannya sejumlah foto ornamen berupa Panji, pakaian Ajudah serta  seragam Lakademu di media sosial dianggap tabu.

Pasalnya sejumlah perangkat tersebut,  selama ini berada di Kapela Tuan Ana, disimpan secara khusus dan hanya boleh digunakan oleh orang-orang pilihan setahun sekali pada perayaan Pekan Suci Semana Santa.

Sejumlah informasi menyebutkan, gambar-gambar tersebut didokumentasikan  pada saat Festival Nusantara VII serta Rapat Kerja Nasional Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) VII yang berlangsung di Karang Asem Bali dari 21 hingga 24 Juni 2019.

Alhasil, fakta di dunia maya tersebut di luar konteks serta tak lasim.
Sontak menuai kritik, maupun protes keras serta kecaman dari publik kepada pihak terkait.

Yohanes Yance da Silva Ketua Prokodo (Ketua Umum) Konferia mengatakan keluarmya sejumlah atribut oleh pihak Konferia telah disetuju melalalui pertemuan serta pleno dengan pengurus inti.

“Setelah Kadis Pariwisata ke sini (bertemu Konferia) saya katakan keluarnya barang harus melalui rapat.
barang barang ini melalui
pertemuan. Saya undang
pengurus inti, pleno, bertemu di kapela Tuan Ana” kata ketua Prokodo kepada zonalinenews Senin, 24 Juni 2019.

Ia melanjutkan, seturut penjelasan Kadis Pariwisata bahwa  barang-barang tersebut nantinya dilibatkan (prosesi kecil) dalam kegiatan pariwisata tentang Kota Wisata di Bali.

da Silva juga mengatakan, sebelum deal pihaknya  telah bertemu dengan keturunan Raja Larantuka yakni Don Martinus, DVG.

“Pertemuan pertama Don Tinus tidak hadir. Setelah itu kita harus bertemu dengan Don Tinus baru bisa tentukan barang mana yang bisa dibawa.  Kita siap apa pariwisata siapa apa? Kita siapkan barang juga tidak
sembarang terkait dengan kota
pusaka” ujarnya.

Jenis dan jumlah barang yang dibawa berupa

Sejumlah oranamen tersebut berupa pakaian ajudah kecil sebanyak dua puluh lembar, dua potong seragam Lakademu serta panji. Semuanya diambil dari Kapela Tuan Ma.

Terkait hal tersebut, Pastor Paroki Katedral Reinha Rosari Larantuka RD. Yoseph Naran Leni, Pr mengatakan selaku Pastor Kepala, telah disampaikan oleh pihak terkait.
“Mereka sampaikan kepada saya tetapi Keputusan sudah ada. Saya cuma disampaikan”. Sebut Pastor Kepala singkat.

Di tempat terpisah, Kadis Pariwisata Kabupaten Flores Timur, Aplonia Korebima enggan berkomentar lebih jauh.

“Seperti yang sudah saya sampaikan ke media kira-kira seperti itu. Sabar ya, nanti ada penjelasan lengkap dalam beberapa hari ke depan jelasnnya.

Kejadian ini apakah sudah diketahui Uskup Larantuka, pertanyaan ini belum terjawab. Informasi Istana Keuskupan Larantuka mengatakan saat ini  Uskup Mgr. Fransiskus Kopong Kung, Pr tenga berada di luar Flores Timur. (*tim)