20190612_111144

Pemprov NTT “Bohongi” Guru dan DPRD Soal Pembayaran Kesra dan Gaji Honorer


20190612_111144

Zonalinenews-Kupang,- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bohongi guru dan DPRD NTT. Pasalnya Dinas Pendiidkan NTT sebelumnya pada tanggal 27 dan 29 Mei 2019 lalu saat rapat bersama Komisi V DPRD NTT berjanji ke DPRD akan membayar tunjangan Kesra guru PNS bersertifikasi dan tunjangam insentif bagi guru honor Komite dan Yayasan baik Negeri maupun swasta sebelum libur lebaran. Namum hingga kIni belum terwujud.

” Sampai saat ini pembayaran gaji belum terealisasi pemerintah tidak becus soal pembayaran tunjangan guru. Ini harus ditulis biar Gubernur tau Dinas pendidikan kerja tidak profesional dalam mengurus gaji guru ,’ ungkap Ketua Komisi V DPRD NTT, Jimmy Sianto saat memimpin Rapat komisi bersama Dinas Pendidikan , PT Telkom Kupang dan Ombusman NTT serta Badan Musyawarah Perguruan Swasta NTT.

Rapat tersebut terkait persiapan penerimaan siswa tahun ajaran 2019, berlangsung diruang Komisi V DPRD NTT , Rabu 12 Juni 2019 pukul 10.00 wita.

Menanggapi pentanyaan Komisi V terkait gaji guru , Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Benyamin Lona tidak hadir pada rapat tersebut.

” Pak Kadis tidak bisa hadir karena tidak enak badan ,” ujar Kabid SMK Dinas Pendidikan NTT , Pius Rasi mewakili Kadis Pendidikan menjawab pertanyaan Komisi V.

Menurut Pius terkait masalah gaji guru nanti dirinya akan sampaikan ke Kepala Dinas Pendidikan.

Menanggapi belum direalisasi gaji Guru Honer dan Kesra Guru anggota Komisi V DPRD NTT, Yohanis Rumat menegaskan Dinas Pendidikan telah membohongi Guru dan DPRD NTT serta Masyarakat.

Menurut Yohanes Rumat, masa Dinas sudah janji akan membayar gaji Guru Honorer serta Kesra bagi guru sebelum Idul Fitri namun kini belum juga direalisasi.

” Dinas sudah janji dan terkait anggaran sudah ada kenapa belum terealisasi ini kerja tidak profesional,” ungkap Rumat.

Anggaran sudah ditetapkan dan sudah ada sebesar 5,7 Milliar untuk tunjangan guru honorer selama 1 tahun.

” Penetapan 5,7 M sudah sejak Junuari 2019. Masa tunjungan guru honerer sebanyak 11 ribu lebih guru dari Bulan Januari sampai saat ini belum direalisasi,” tegas Yohania Rumat kepada zonalinenews usai rapat Komisi V.

Pantauan .Zonalinenews anggota Komisi V yang hadir dalam rapat tersebut diantaranya Yohanis Rumat, Kristofora Bantang, Aulora Modok , Maksi Pari, Kristien Patty, Wiston Rondo, dan Karel Koro.(*tim)