Pemuda Petleng Gelar Baksos, Renovasi Saluran Irigasi


IMG-20190620-WA0097

Zonalinenews-Kalabahi;- Ratusan pemuda di Desa Petleng Kecamatan Alor tengah utara, Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), yang tergabung dalam Persatuan Pemuda Pelajar Desa Petleng (Persidap) Gelar bakti sosial (Baksos) renofasi saluran irigasi, Kamis 20 Juni 2019.

Kegiatan itu dilaksanakan swadaya oleh pemuda yang merasa terpanggil akan lingkungan, dan untuk memperlancar aktivitas hidup yang bergantung pada air, untuk dialirkan ke sawah.

Bertani merupakan mata pencaharian masyarakat di kampung itu (Petleng). Tak dapat dipungkiri, bahwa sebagian besar dari mereka dapat bertahan hidup dengan menjalankan aktivitas di sawah. Lebih dari itu, karena sawah, banyak dari mereka yang bisa menamatkan studi di pendidikan sekolah menengah atas dan perkuliahan.

Ketua Panitia Baksos, Imanuel Mailehi kepada wartawan di lokasi kegiatan, menyampaikan, secara umum ekonomi masyarakat disuatu tempat dapat berjalan stabil jika air selalu tersedia dengan baik.

“Tingkat pendapatan masyarakat disini untuk hidup yang layak ada pada sayur, kerja di sawah itu utama. Bagaimana mungkin masyarakat mau bercocok tanam dengan baik kalau air selalu jadi kendala, ” ucap Imanuel.

Namum begitu, saluran irigasi kata Imanuel, sudah rusak, ditamba debit air yang mulai menurun dari Tahun ke Tahun membuat masyarakat susah bertani dengan efektif.

“Got (Saluran irigasi) ini sudah lubang. Debit air diatas kecil. Banyak air yang terbuang sehingga sampai di sawah kecil. Banyak masyarakat kadang baku (saling) marah gegara air,” kata Mailehi.

Anggaran yang didapat untuk renofasi irigasi, tamba Imanuel, dari hasil kumpul tangan masyarakat dikampung itu, mereka swadaya bahu membahu perbaiki saluran irigasi mereka.

“Sumbangan Sukarela dari masyarakat itu RP. 1.112.000 ditamba Kerja panitia sebesar RP. 1.140.000. Kerja panitia itu kita dapat hasil jualan sapu lidi. Kita buat begini barulah Pemerintah ada perhatian na dorang buat lagi,” tutup Imanuel.

Abimael Maata Petani Desa Petleng, kepada awak media menyampaikan, salah satu sumber pendapatan masyarakat Desa Petleng adalah dari sawah, mereka butuh air sehingga harus ikut mendukung pemuda dalam kerja bhakti itu.

“Kita disini butuh air, tapi ini got sudah lubang. Sejak Tahun 1983 CV. Maru kerja ini Got sampai sekarang belum ada lagi yang punya niat mau perbaiki kerusakannya, syukur ada pemuda. Kami sangat mendukung,” kata Abimael.

Ditempat yang sama, Selfina Lanula, seorang ibu pekerja sawah menyampaikan, mereka ikut mendukung atas keputusan yang telah diambil Persidap. Mereka siap kerja bersama-sama.

“Kami dukung. Ini got kalau tidak diperhatikan air yang ke sawah akan kecil sekali, saling rebutan air ini bisa memicu konflik horisontal diantara masyarakat. Kita sama-sama kerja, Kami perempuan masak dan buat kopi, laki-laki kerja,” Imbunya.

Ketua Umum Persidap Arta Sasta Kolly saat ditemui wartawan, bertutur, untuk menyongsong 17 Agustus mereka gelar kegiatan itu. Yang menarik dari kegiatan itu, lanjut Arta Sasta, walaupun kerjanya secara swadaya tapi tidak menghambat semangat masyrakat dan teman-teman dalam bekerja.

“Selain rasa keterpangilan akan lingkungan, Ini juga untuk menyongsong 17 Agustus nanti,” tutur Arta.

Setelah kegiatan itu, kata Arta Sasta, masih ada beberapa kegiatan lainnya yang akan digelar pada awal bulan Agustus nanti, seperti lomba balab motor lambat, pembersihan bahu jalan, sepak bola mini usia dini, dan pangar lingkungan hijau.

“Setelah kegiatan ini, nanti akan ada kegiatan-kegiatan lainnya diawal bulan agustus. Dipastikan itu akan sangat meriah. Bulan Oktober nanti juga kami akan gelar perebuatan piala repiko Cup perdana,” tutup Arta Sasta Kolly.

Pantau Zonalinenews, Ratusan pemuda pelajar Desa Petleng gotong royong kerja bhakti, perbaiki saluran irigasi yang rusak di ratusan titik terpara sepanjang kurang lebih 2 Km. Kegiatan itu berlangsung pukul 08:00-17:00 Wita.(*Erson)



TAG