Polemik Dualisme Jabatan Penjabat Sekda Kota Kupang Menarik Perhatian Publik


foto : Logo ZONALINENEWS.COM

ZONALINENEWS.COM – KUPANG, Polemik dualisme Jabatan Penjabat Sekertaris Daerah (Sekda) Kota Kupang menarik perhatian publik. Sebab, ada pertanyaan dari berbagai kalangan siapakah yang menjabat sebagai Penjabat Sekda Kota Kupang saat ini. Apakah masih dijabat oleh Yos Rera Beka atau sudah diganti dengan Elvianus Wairata yang diketahui memiliki SK Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) yang mengangkat atau menunjuk dia sebagai Penjabat Sekda Kota Kupang.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kupang, Adrianus Talli mengatakan, dengan adanya dua lisme Jabatan Penjabat Sekda tersebut bisa memperlambat proses Sidang Paripurna Dewan Kota Kupang dengan agenda pembahasan Badan Anggaran (Banggar), karena posisi atau jabatan Sekda itu berperan sebagai Ketua Tim Anggaran.

Menurut dia, pihaknya mengharapkan, agar produk rancangan peraturan daerah tentang pertanggungjawab APBD 2018 itu dapat diterima secara hukum dan legal. “Ada isu yang berkembang bahwa ada SK Gubernur yang menunjuk Elvianus Wairata sebagai Penjabat Sekda,” kata politisi PDP Perjuagan itu kepada wartawan di Gedung DPRD Kota Kupang, Senin 24 Juni 2019.

Menurut Adrianus, isu yang berkembang bahwa Elvianus Wairata mengantongi SK Gubernur NTT, namun belum dilantik oleh Wali Kota Kupang untuk menjabat sebagai Penjabat Sekda. Oleh karena itu secara otomatis, Yos Rera Beka melanjutkan masa jabatan Penjabat Sekda sampai adanya Pejabat Sekda Definitif.

“Yang kita khawatirka adalah ketika sudah selesai pembahasan pertanggungajawaban APBD 2018 antara pemerintah dan DPRD, lalu timbul persoalan bahwa produk yang dihasilkan tidak legal. Lalu hasil pertanggungjawaban ini akan dikonsultasikan ke Gubernur NTT, dan dikhawatirkan juga hasil pembahasan ini akan ditolak karena masalah penjabat sekda ini,” ungkap Anggota DPRD Kota kupang III periode itu

Sementara itu Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kota Kupang, Ade Manafe di Gedung DPRD Kota Kupang , Senin 24 Juni 2019 saat dikonfirmasi wartawan dia mengatakan, Elvianus Wairata tidak pernah diusulkan ke Gubernur Provinsi NTT untuk menggantikan posisi Yos Rera Beka.

Menurutnya, berdasarkan Peraturan Presiden (Pepres) nomor 3 tahun 2018, yang menjelaskan bahwa untuk Jabatan Penjabat Sekda tidak bisa dilantik lebih dari satu kali. “Jadi jika sudah melantik Penjabat Sekda, maka tidak bisa digantikan lagi sampai ada Pejabat Sekda Definitif yang menepati jabatan itu,” jelas Ade.

Dikatakan, dirinya tidak mungkin mengusulkan hal yang jelas-jelas bertentangan dengan aturan. Sebab, semua yang dilakukan tentu ada rujukan aturannya.

“jangan sampai akan menjadi masalah kemudian hari,” ujar Ade.

Dia menjelaskan, jadi tidak mungkin ada pergantian Penjabat Sekda sampai ada pejabaat Definitif. “Jangan sampai ada yang salah dalam penafsiran, karena pelantikan Penjabat Sekda hanya satu kali, dan tidak bisa diganti sampai ada Pejabat Definitif,” ujar Ade. (*hayer)