Ribuan Umat Muslim Gelar Shalat Idul Fitri Di Lapangan Kalabahi


IMG-20190605-WA0047

Zonalinenews-Kalabahi – Ribuan Umat Muslim Kabupaten Alor menggelar Shalat Idul Fitri berjamaah di Lapangan Mini Kalabahi Rabu, 5/6/2019 pagi.

Bertindak sebagai imam Kusmadi Galeko dari Masjid Babul Jihad Wetabua dan Khatib Yasin Abdullah dari Masjid Nurul Haq Moepali.

Yasin Abdullah dalam khutbahnya menyampaikan, seorang muslim wajib meyakini bahwa Allah SWT tidaklah menciptakan kita kecuali menyembah kepadaNya (QS. Ad-Dzariat : 56).

“Jika ada manusia yang menyombongkan diri, tidak mau taat dan tunduk kepada Allah, maka ia telah mengingkari tujuan ia diciptakan,” ujar Yasin.

Lanjutnya, ketika masih berada di alam rahim, Allah telah mengambil perjanjian kesiapan manusia untuk menyembah hanya kepadaNya.

” Hal ini tertulis dalam QS. Al-A’raf : 172 yang artinya, Allah bertanya kepada ruh, bukankah Aku ini TuhanMu ? Mereka menjawab : Betul (Engkau Tuhan Kami), kami menjadi saksi. (Kami melakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan “sesungguhnya kami adalah orang-orang yang lengah terhadap (ketauhidan) ini,” ungkapnya.

Khatib Abdullah menambahkan, dalam menjaga komitmen kehambaan yang diikrarkan di alam rahim tersebut, Allah SWT memerintahkan manusia setelah lahir, agar menghadapkan wajahnya kepada agama yang lurus sebagai fitrah kehambaannya.

“Fitrah kehambaan menuntut seorang muslim untuk tidak hanya bersungguh-sungguh menunaikan semua ibadah fardhu tetapi juga ibadah sunah. Fitrah adalah kesucian jiwa yang senantiasa tunduk dan patuh kepada Allah. Namun, keadaan manusia disekitarnya yang telah mempengaruhinya sehingga menodai kesucian fitrah tersebut. Berubahlah ia dari ketauhidan menjadi kemusyrikan, dari keimanan menjadi kekafiran,” kata Yasin Abdullah.

Dirinya juga menyampaikan, jika diujung Ramadhan ini kaum muslimin merayakan hari raya Idul Fitri, tentu maknanya adalah kesiapan untuk menjadikan momentum ini sebagai proses pembersihan diri dan kesadaran akan urgensi kembali pada fitrah.

“Ramadhan merupakan bulan yang disiapkan Allah SWT untuk mendidik jiwa-jiwa yang menjauhiNya, jiwa yang berlumur dosa, jiwa yang lalai dari ibadahnya untuk bersimpuh, bersujud dan mengikhlaskan pengabdian kepadaNya,” terang Khatib Masjid Nurul Haq ini.

Kepada seluruh jamaah, Yasin Abdullah menyampaikan, cara lain memaknai pemeliharaan fitrah adalah menjaga karesteristik kehambaan kita.

“Karesteristik yang dimaksud adalah amanah, jujur, sabar dan syukur sebab, karakter ini lah yang membuat ketenangan hidup seorang manusia. Khianat akan terbongkar pengkhianatannya, pendusta akan terbongkar kebohongannya,” sambung Abdullah.

Menurutnya, orang amanah, jujur, sabar dan syukur adalah orang yang akan disenangi dan dirindukan. Karakter ini tentu tidak lahir begitu saja, tetapi melalui proses penempaan dan pelatihan. Dan salah satu sarana pelatihannya adalah puasa.

“Marilah kita kokohkan persaudaraan kita sesama muslim diatas rasa cinta dan itsar. Janganlah perbedaan menjadikan kita saling berbantahan dan saling membenci, sebab, sikap seperti ini hanya memuaskan setan dan hawa nafsu yang selalu menyuruh pada keburukan. Hati kita pun akan kehilangan karesteristiknya yang terpuji,” pungkasnya. (*pepenk)