Tinggi Gelombang 2, 5 Meter Sulitkan Tim Basarnas Mencari Korban


Caption Foto: Saat jenasah korban tenggelamnya KM Nusa  Kenari 2 tiba  di pelahuhan Dulionong

Caption Foto: Saat jenasah korban tenggelamnya KM Nusa Kenari 2 tiba di pelahuhan Dulionong

Zonalinenews-Kalabahi – Tinggi gelombang di laut Sawu sebelah selatan Alor mencapai 1 sampai 2,5 dan Angin bertiup cukup kencang antara 10 sampai 25 knot, ini menjadi kendala bagi Tim SAR gabungan dalam melakukan pencarian korban tenggelamnya KM Nusa Kenari 02 di Tanjung Margeta Kecamatan Alor Barat Daya Kabupaten Alor Propinsi NTT.

Faktor inilah Sehingga percarian dari pukul 06-16 wita si haru kedua, belum berhasil menemukan korban
yang hilang,” ujarnya Kepala Basarnas Maumere, I Putu Sudayana saat dihubungi media di Pelabuhan Dulionong Minggu, 16Juni 2019 petang.

Sudayana menjelaskan, area pencarian hari ini diperluas 25 knotikal mil ke arah barat sesuai perhitungan sarmet yang diberikan langsung kantor pusat.

“Kami juga mengkonfirmis langsung dengan situasi dan kondisi real yang terjadi di lapangan. Tim SAR lalu mensearching semua area untuk mencari namun belum ada korban yang kami ditemukan,” kata Sudayana.

Lanjutnya, sampai saat ini sudah ada 3 korban yang ditemukan dalam keadaan meninggal, 4 orang masih dalam pencarian dengan jumlah penumpang yang selamat sebanyak 45 orang.

“Sesuai dengan UU 29 Tahun 2014, operasi SAR dilakukan selama 7 hari saat terjadinya kecelakaan. Sebelum 7 hari korban ditemukan semuanya, otamatis dihentikan. Apabila dalam perjalanan semua korban tidak ditemukan maka akan ditutup operasinya. Namun akan tetap dilakukan pantauan dan koordinasi. Kalau ada tanda-tanda korban ditemukan maka operasi SAR bisa dibuka kembali,” Jelasnya.

I Putu Sudayana juga membeberkan, kendala yang ditemui selama proses pencarian diantaranya manifes yang tidak jelas,titik tenggelam yang masih belum pasti koordinatnya dan kondisi alam.

“Saat ini sesuai dengan rilis dari BMKG, tinggi gelombang di laut Sawu sebelah selatan Alor mencapai 1 sampai 2,5 meter. Ini real kenyataan yang di temui tim dilapangan. Angin juga bertiup cukup kencang antara 10 sampai 25 knot. Kalau kendala lain tidak ada karena peralatan dan personil tim SAR gabungan siap semuanya,” ungkapnya.

Kepala SAR pun menyampaikan tim SAR gabungan akan melanjutkan pencarian besok (17/6) dimulai pukul 06.00 Wita dan akan disesuaikan dengan situasi dan kondisi dilapangan.

“Untuk perencanaan operasi besok sudah dibuat dan sebentar kami akan melakukan evaluasi dan untuk operasi hari ini sekaligus membahas pelaksanaan perencanaan operasi besok,” tutup Sudayana. (*pepenk)