Uskup Agung Ende Pimpin Perayaan Ekaristi HUT Paroki Wolowaru ke- 80 


Zonalinenews.com – Ende – Uskup Agung Ende, Mgr. Vinsentius Sensi Potokota, Pr memimpin perayaan ekaristi dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Paroki Hati Amat Kudus Yesus Wolowaru ke-80 Tahun, Minggu 23 Juni 2019 pagi.

Perayaan Ekaristi tersebut berlangsung dalam nuansa inkulturasi. Sejak awal prosesi pembukaan, Uskup Agung Ende beserta para imam konselebran diiringi dengan tarian khas Lio serta musik liturgi dengan lagu-lagu daerah setempat menuju Altar perayaan.

Adapun sebuah Tema perayaan ekaristi tersebut: “Jadilah Anggota Gereja yang Injili, Mandiri, Solider dan Misioner”.

Dalam homilinya, Uskup Sensi menegaskan bahwa tema perayaan merupakan spirit utama gereja sebagai suatu persekutuan.

“Kita semua dipanggil dengan spirit dan semangat untuk menjadi pewarta Sabda Tuhan, mandiri, siap berbagi (solider) serta berani menjadi saksi kebenaran dan keadilan dalam terang misi. Itulah spirit dan kekuatan gereja sebagai suatu persekutuan,” kata Uskup Agung Ende Vinsensius

Uskup Vinsensius menerangkan bahwa dalam perkembangan sejarah saat ini sangat teramat panjang, gereja Katolik harus sungguh membuka diri (universal) terhadap setiap gejolak perkembangan. Meski demikian, Uskup mengajak agar semua gereja-gereja lokal, khususnya di wilayah Keuskupan Agung Ende, untuk tetap berjalan dalam semangat solidaritas, toleransi antar-umat beragama, inklusif, serta menjadikan Ekaristi sebagai tujuan dan puncak penghayatan iman.

“Hanya melalui dalam Ekaristi, kita menemukan persekutuan hidup dalam Tuhan, puncak iman kita dan kekristenan kita. Kita patut bersyukur atas usia berlian (80 tahun) sejarah Paroki Wolowaru. Tentu, ada sangat banyak tantangan, namun kita selalu yakin bahwa Tuhan sendirilah yang menjadi fondasi persekutuan iman kita,” tuturnya.

Uskup Vinsensius mengharapkan agar momen berahmat tersebut semakin menumbuhkan kesadaran iman umat mulai dari Kelompok Basis, Lingkungan/Stasi, hingga Paroki, untuk bersama-sama berperan aktif dalam kehidupan menggereja guna kemajuan gereja universal.

Selalu ada kerinduan akan sebuah bangunan persekutuan yang kokoh,kuat, solid dan utuh Itulah misi kekristenan kita. Kita menyaksikan berbagai dinamika perkembangan zaman terutama arus informasi dan teknologi yang semakin canggih. Namun kita dituntut untuk tidak terlena dengan segala kenikmatan, kemudahan yang membuat kita lupa diri bahkan mengabaikan cara hidup kita sebagai seorang Kristen. “Kita harus mampu mengendalikan setiap godaan duniawi, manjadi teladan untuk diri kita, keluarga dan komunitas kita masing-masing,” ajaknya.

Uskup juga mengajak agar di tengah konteks keanekaragaman dan situasi sosial, semangat toleransi harus tetap dirawat dan di jaga dengan baik.

Spirit solider berarti siap berbagi, berkorban, saling melengkapi dan hidup berdampingan di tengah perbedaan. “Mari memaknai iman dan semangat kekristenan kita dengan kebajikan, berbela-rasa, dan kasih,” ajak Uskup

Disaksikan media ini, Perayaan ekaristi dihadiri oleh ribuan umat Paroki. Perayaan berlangsung khidmat dan dimeriahkan oleh koor gabungan Paroki yang dimotori oleh Emaus choirs.(*Nasan Kua)