30 Tahun Tanah Adat Tomboy di Kota Kupang Tak Berujung Penyelesaiannya


Zonalinenews-Kupang,- Sudah 30 tahun lebih tanah milik hak adat dari almarhum Leonard Tomboy diperjuangkan untuk mendapatkan kepastian hukum keadilan dan kejujuran dari penguasa yang silih berganti .

Mungkinkah pemerintah saat ini dapat menuntaskan masalah ini sesuai dengan seruan Presiden RI Ir. Joko Widodo “kembalikan hak Rakyat apa yang menjadi Haknya”.

Untuk itu keluarga ahli waris almarhum Leonard Tomboy Jumat 12 Juli 2019 pukul 09.30 wita di tanah Kosong depan Hotel Sasando Kota Kupang melakukan ritual adat dipandu Tofilus Tomboy bersama para tetuah adat, menyembelih seekor hewan ( Babi) sebagai upaya “mengugah” para leluhur atas persoalan tanah seluas 283 Hektar Milik Kobaleo Tomboy di Kota Kupang yang sulit diurai dari kekusutannya.

“Tanah ini milik Almarhum Leonard Tomboy,” ucap Ketua Persatuan Orang Timor , Jonathan Nubatonis dengan suara tegas dan menyakinkan sambil Jonathan menuturkan dirinya pernah diminta tolong oleh mama Tomboy pada tahun 2007 untuk menghentikan pembangunan pondasi oleh pejabat pemerintah saat itu yang membangun di tanah kosong ini.

Ini Buktinya ( sambil Jonathan menunjuk pondasi yang masih membekas di lokasi tanah kosong itu).

Tiga era kepemimpinan Walikota Kupang mulai dari Daniel Adoe, Jonas Salean dan saat ini Jefri Riwu Kore belum juga mampu menuntaskan persoalan tanah adat Leonard Tomboy yang merupakan ahli waris dari Kobeleo Tomboy.

” Saya janji akan membantu mengkomunikasikan dengan pemerintah sehingga persoalan ini selesai. Masalah ini jangan hanya dipikul keluarga Tomboy sendiri mari bersama kita selesaikan,” pinta Nubatonis.

Selain ritual adat, lantunan doa dipanjatkan kepada yang Maha Kuasa lewat suara Pdt Elbinis Mbako di kesempatan itu.

Sebelum melaksanakan ibadah syukur Pdt Elbinis Mbako menjelaskan penguasa tanah di Kota Kupang adalah orang Timor. Untuk itu dirinya meminta agar keluarga Tomboy melakukan penyelesaian masalah ini dengan seadil-adilnya.

Ritual Adat menyembelih menurut perwakilan kuasa Hukum keluarga Almarhum Leonard Tomboy, Hironimus Hirowutun mengingatkan akan history pelaku sejarah di tanah timor dan jasa Kobeleo Tomboy dalam mengusir portugis sehingga dihadiahi oleh Vetor Amtaran tanah seluas 283 Hektar.

” ini suatu sejarah dan fakta . Kalau pemerintah mengklaim tanah ini ( depan hotel Sasando) sebagai miliknya harus menunjukan bukti pelepasan hak dan bukti pembelian. Kalau itu ada kami angkat tangan dan menyerahkan sepenuhnya ke pemerintah,” tuturnya.

Surat Swaparaja Kupang No 782-4/ 3368/SWPJ/ 60 tanggal 20 Desember 1960 Jelas bahw Leonard Tomboy menguasai tanah adat seluas 283 Hektar. Lanjut Hironimus bertutur, surat Kepala kantor Agraria Kabupaten Kupang nomor 592.2/2471/LR/85 tanggal 29 September 1985 menegaskan bahwa Leonard Tomboy pemilik sah tanah seluas 283 hektar dikelurahan Oebobo Kecamatan Kupang Selatan dengan batas Utara jalan Raya Kupang-Atambua, Selatan tanah keluarga Amtaran, Timur dengan Saubaki dan Barat dengan Amabi dan Amtaran.

” bahkan putusan Mahkamah Agung RI dengan nomor 2025K/PDT/2014 tanggal 27 Januari 2015 sudah jelas bahwa tanah 283 HA milik Almarhum Leonard Tomboy,”tegasnya.

Untuk itu kata Hironimus, pihak keluarga Ahli waris Leonard Tomboy secara persuasif akan mengembalikan hak waris yang selama ini diklaim oleh bukan pemilik.(*tim)