Ahli Waris Keluarga Tomboy Gelar Ritual Adat Memohon Leluhur Soal Tanah


Zonalinenews-Kupang,- Ahli Waris Keluarga Leonard Tomboy menggelar ritual seremonial Adat dan Ibadat bersama Jumat 12 Juli 2019 di tanah kosong depan Hotel Sasando Kupang. Kegiatan ritual memohon kepada Tuhan melalui perantara leluhur soal tanah seluas 283 Hektar milik keluarga Tomboy di Kota Kupang yang selama 30 Tahun lebih tak berujung penyelesaiannya.

” Tanah seluas 283 Hektar selama 30 tahun lebih keluarga Tomboy berjuang mencari keadilan Apakah pemerintah saat ini mau mendengar ini dan persoalan penyelesainnya oleh pemerintah terkatung-katung. Berikan kepada rakyat apa yang menjadi hak rakyat dan berikan kembali hak Keluarga Tomboy di Kota Kupang,” ujar pembawa acara Mein Patihadjo mengawali acara seremonial adat dan ibadah syukur.

“Tetesan darah hewan sebagai wujud permohonan pada leluhur atas tanah 283 hektar selama 30 tahun lebih keluarga Tomboy menahan sabar memperjuangkan hak miliknya ,” ucapnya.

Mewakili Keluarga Leonard Tomboy, Yopy Taebenu pada kesempatan itu menjelaskan putusan sebuah perkara terakhirnya adalah Putusan Mahkamah Agung.

Menurutnya Keluarga Tomboy mengklaim tanah depan Hotel Sasando merupakan milik keluarga Alm. Leonard Tomboy berdasarkan Surat Keputusan Mahkamah Agung Nomor 2025 K/ PDT/2014.

” kalau MA sudah putuskan apakah ada keputusan lain yang lebih tinggi dari MA. Perjuangan kami ada bukti dan dasar,” tuturnya.

Ketua Persatuan Orang Timor ( POT) Jonathan Nubatonis pada kesempatan itu menjelaskan anggaran dasar POT jelas semua orang yang tinggal diatas tanah timor adalah anggota POT.

Untuk itu sebagai orang yang dimintai tolong tahun 2007 oleh mama Tomboy, kata Nubatonis dirinya menegur para pejabat yang telah membangun pondasi di tanah yang teleh dibagikan oleh pemerintah.

” para pejabat akhirnya menghentikan pembangunan pondasi tersebut,”ucapnya.

Lanjutnya tidak ada tanah sejengkal tanah dimanapun diambil pemerintah namun di kota Kupang, berbeda. Saya akan bantu keluarga Tomboy mengkomunikasikan dengan pemeintah agar Persoalan ini diselesaikan.

“Saya tegaskan bahwa tanah ini adalah tanah keluarga Tomboy untuk itu saya akan bantu menyelesaikan persoalan ini,” tutupnya.

Wakil Kuasa Hukum Keluarga Tomboy, Hironimus Horiwutun pada kesempatan itu menjelaskan, ritual adat kali ini mengingatkan sejarah seorang sosok kobeleo Tomboy yang saat itu berani mengusir portugis di tanah Timor karena berkat perjuangannya itu kepada Kobelo Tomboy Vetor Amabi bersama tua adat dan disaksikan Swapraja mernyerahkan tanah seluas 283 Hektar kepada Kobaleo Tomboy pada 20 Desember 1960.

” Tanah itu dihitung mulai dari Pasar panjang sampai GOR , TRANS Mart Kupang sampai ke Perunmnas sampai di Hotel Nelayan. Atas dasar apa pemerintah mengklaim tanah ini milik pemerintah. Kalau ada bukti kwetansi pembelian atau pelepasan hak dari keluarga Tomboy silahkan pemerintah tempati,” tutur Hironimus Hirowutun.

Lanjutnya ternyata sampai saat ini keluarga Tomboy belum mendapatkan uang ganti rugi dari pemerintah dan sampai saat ini keluarga Tomboy belum melakukan pelepasan hak.(*tim)