Birokrat Stop Melapor..! Bachtiar : Teladani Sikap Bupati Anton Hadjon Demokrat Sejati


Zonalinenews.Com, Larantuka Desas-desus rencana Kadis Pariwisata Kabupaten Flores Timur yang hendak melaporkan salah satu akun Face Book dengan tuduhan melakukan pencemaran nama baik, sehingga menimbulkan kegaduhan di Media Sosial ditanggapi secara bijak oleh Bachtiar Lamawuran. 

Menurut Lamawuran, apa yang dikatakan pengguna akun Face Book tersebut cukup ditanggapi pimpinan OPD  dengan memberikan klarifikasi secara benar kepada publik tanpa harus menggiring  ke ranah hukum.

“Tidak usah berpolemik. Sederhananya Kadis undang teman-teman wartawan berikan klarifikasi dengan data yang sebenarnya. Setelah itu persoalan selesai sehingga tidak perlu sampai melapor” Sebutnya kepada media Rabu, 17 Juli 2019.

Secara bijak, mantan Anggota DPRD Flores Timur ini menilai apa yang disampaikan pengguna Face Book merupakan akumulasi tertutupnya sejumlah informasi publik.

“Terlepas dari benar salah, sesungguhanya masyarakat berhak tahu tentang informasi publik. Sehingga apa yang terjadi, perlu disikapi secara lebih dewasa, ” Sebutnya.

Apa yang disampaikan Lamawuran tentunya memiliki alasan. Lamawuran tidak menampik kalau dirinya juga dikenal luas sebagai bahagian dari barisan pengkritik terhadap berbagai kebijakan kepemimpinan Anton Hadjon-Agustinus  Boli sebagai Bupati dan Wakil Bupati Flores Timur.

Kendati demikian, mantan politisi yang juga pernah berurusan dengan hukum dalam kasus yang sama secara pribadi harus angkat topi dengan sikap elegant yang diperlihatkan seorang Bupati Anton Hadjon ketika menghadapi sikap kritis masyarakat Flores Timur.

“Sejujurnya sikap Bupati Anton sangat luar biasa. Beliau begitu tenang ketika menghadapi berbagai kritikan. Dia tidak grasa-grusu. Dalam situasi tersebut, Beliau tahu betul apa yang harus dilakukan. Tidak serta merta main lapor,” bebernya

Masih menurutnya, sebagai  penguasa daerah Anton Hadjon tentu bisa saja mempolisikan dirinya yang mungkin saja sudah dianggap sangat keterlaluan. Tetapi itu, tidak dilakukan Anton Hadjon.

“Dua tahun kepemimpinan, kami kata-rata dia  (mengkritik berbagai kebijakan). Kami ganggu terus dan itu bagian dari bagaimana mendegradasikan. Toh begitu beliau bersikap dewasa. Kami bertemu tanpa sengaja, Bupati menyapa dengan senyum khas. Beliau pemimpin sejati dan luar biasa” Ujarnya berkali-kali dengan penug rasa kagum.

Berangkat dari pengalaman tersebut, Lamawuran berharap menjadi cermin bagi birokrat dalam bersikap maupun mengambil keputusan. 

“Say harap, apa yang dilakukan Bupati Anton sebagai pemimpin Daerah perlu diteladani serta menjadi panutan kaum birokrat. Bercerminlah dari Pemimpin kita. Pemimpin sejati lahir serta dibesarkan dan matang dari berbagai pengalaman” Pungkas Bachtiar Lamawuran.

Terlepas dari siapa yang benar dan siapa yang salah diantara kedia belah pihak, semestinya tidak menjadi tolok ukur untuk saling bertikai. 

Mari membuka diri, saling memaafkan demi kemajuan bersama Lewotanah Lamaoholot Flores Timur sehingga semakin dewasa dalam bersikap dan bertindak. (*tim)