Kabid Bina Marga Akui Pekerjaan Hotmix Oleh PT. Padi Jaya Makmur Tak Sesuai SOP


Foto : Kabid Bina Marga, Dinas PUPR Kota Kupang Maxi Dethan

ZONALINENEWS.COM – KUPANG, Kepala Bidang (Kabid) Dinas Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Kupang Maxi Dethan mengakui pekerjaan galian tahap awal pada proyek pekerjaan peningkatan struktur jalan dengan kontruksi hotmix HRS Base di Jalan SMA Negeri 02 Kota Kupang, Kelurahan Kelapa Lima, Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang oleh PT. Padi Jaya Makmur tidak sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), sehingga pekerjaan tersebut dilakukan pembongkaran kembali oleh pihak kontraktor.

Menurutnya, saat ini pihak PT. Padi Jaya Makmur selaku pelaksana lapangan sudah melakukan pombongkaran atau perubahan sistem kerja, “Kita sudah perintahkan kepada perusahaan atau rekanan yang melakukan pekerjaan itu agar segera diubah cara kerja, “Kata Maxi Dethan kepada wartawan saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Kamis 11 Juli 2019, sekira pukul 13.30 wita.

Dia mengatakan, PT. Padi Jaya Makmur telah melakukan kesalahan pada teknis kerja. “Sekarang ini meraka sudah bongkar lalu keluarkan hasil galian baru meraka kerja. Dan mungkin saat itu kita tidak lihat mereka kerja karena saya berada di Jakarta. Tapi pada prinsipnya kaka dong percaya mereka sudah rubah,” ungkap Maxi.

Dia menjelaskan, pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan oleh PT. Padi Jaya Makmur ada dibeberapa tempat yang berbeda di Kecamatan Kelapa Lima. Yakni, lokasi Jalan MSA Negeri 2 Kota Kupang, Jalan Samratulangi I, jalan Samratulangi II dan Jalan Samratulangi III.

“Deviasi bobot progres pekerjaan saat ini mencapai 5,39. Positif 0,47. Karena saat ini baru samapai pada tahap pekerjaan galian, penebaran material Urugan Pilihan (Urpil) agregat dan pekerjaan pasangan untuk trotoar,” papar Maxi.

Sebelumnya yang diberitakan zonalinenews.com Diduga pekerjaan peningkatan struktur jalan dengan kontruksi hotmix HRS Base di Jalan SMA Negeri 02 Kota Kupang, Kelurahan Kelapa Lima, Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang yang dikerjakan oleh PT. Padi Jaya Makmur yang bersumber dari APBD Kota Kupang tahun 2019 senilai Rp. 5. 704. 269. 636,- tidak sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) pekerjaan jalan hotnix. Sebab, untuk pekerjaan pemadatan jalan tersebut menggunakan material aspal lama bekas galian yang ditimbun jadi satu dengan material Urugan Pilihan (Urpil) agregat A.

Pantauan zonalinenews.com, Selasa 9 Juli 2019, sekira pukul 11.30 wita di lokasi pekerjaan tersebut, material aspal lama bekas galian jalan tersebut tidak lagi dipisahkan terlebih dahulu, namun ditimbun jadi satu dengan material baru Urpil agregat A dan langsung digilas.

Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kupang Merry Salouw menilai pekerjaan jalan hotmix tersebut tidak sesuai SOP kerena secara teknis kerja jalan hotmix yang benar dan baik itu yang material lama hasil galian tidak boleh digunakan untuk penimbunan galian jalan yang dicampur dengan material baru. Menurutnya, material yang lama hasil galian itu harus dipisahkan agar galian tersebut ditimbun dan dipadati dengan material baru. “Teknik kerja jalan hotmix yang baik dan benar ini kupas dulu jalan itu dan buang materialnya. Lalu siapkan lahan untuk pergantian material yang baru agar segera dipadatkan sesuai dengan komposisi dan syarat spesifikasi yang dikerjakan lapisan per lapisan sesuai tabel rencana,” kata Merry kepada wartawan di Gedung DPRD Kota Kupang, Selasa 9 Juli 2019, sekira pukul 15.30 wita.
Dia mengatakan, apabila pekerjaan tersebut dilanjutkan dengan cara kerja yang salah maka bisa berdampak pada kualitas jalan yang tidak baik. “Saya minta pekerjaan teknis pekerjaan seperti itu harus dihentikan dan dirubah sesuai dengan SOP. Karena pekerjaan jalan ini menggunakan uang rakyat sehingga kedepan juga rakyat bisa menikmati jalan dengan kualitas yang baik,” ungkap Merry.

Seluruh aktifitas pekerjaan dilapangan, lanjut Merry harus ada pengawasan yang baik dari pihak Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kupang sehingga para kotraktor tidak bekerja atas dasar keinginan sendiri tapi harus sesuai dengan teknis kerja yang baik. “Pengawasan dari Dinas PU Kota Kupang harus baik soalnya apabila pekerjaan ini sudah selesai tapi pekerjaannya tidak sesuai dengan teknis maka akan lebih repot nantinya. Sehinnga teknik kerja saat ini harus bisa rubah,” papar dia.

Merry menambahkan, dalam waktu dekat Komisi III yang bermitra langsung dengan Dinas PU kota Kupang akan melakukan pemantauan terhadap seluruh proyek pekerjaan di tahun 2019 yang ada di Kota Kupang.

“Kalau cara kerja yang tidak sesuai teknis seperti ini dan pengawasan dari Dinas PU Kota Kupang juga lemah terhadap pekerjaan proyek – proyek yang ada saat ini maka Komisi III akan melalukan pemantauan langsung di seluruh lokasi proyek pekerjaan yang mengunakan dana dari APBD Kota Kupang,” tegasnya.

Sementara itu Kepala Dinas PU Kota Kupang Hengky Ndapamerang serta Kepala Bina Marga (BM) Dinas PU Kota Kupang selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pekerjaan tersebut Maxi Dethan yang di konfirmasi zonalinenews.com melalui WhatsApp kedua pejabat tersebut hanya mengatakan masih berada diluar kota.

“Oke. Besok pulang dang hari kamis pagi kaka beta (saya) masuk kantor,” kata PPK Maxi Dethan. (*hayer)