Kantor DPRD Nagekeo Disegel FPPN


Zonalinenews.com, Mbay,- Ratusan Massa aksi yang tergabung dalam Forum Pemuda Peduli Nagekeo (FPPN) yang merupakan mantan Tenaga Harian Lepas(THL) dilingkup Pemerinta Daerah (Pemda) Nagekeo ,Kamis 18 juli 2019- THL menyegel Kantor DPRD Nagekeo. Aksi ini dalam rangka menuntut DPRD Kabupaten Nagekeo memberikan Kepastian Soal Tuntutan FPPN Terkait Tenaga Harian Lepas (THL) Serta Menolak Keputusan Bupati Nagekeo,

Kantor DPRD disegel sementara sambil menunggu hasil dari lembaga DPRD Nagekeo sesuai permintaan dan tuntutan THL.

Salah Satu Perwakilan THL,Risa Wale dengan aksi ini berharap DPRD Nagekeo menjalankan tugasnya sebagai wakil rakyat secara baik dan mensejahtera rakyat bukan membiarkan rakyat terlantar.

” Intinya kami minta DPRD harus urus kami dulu baru urus yang lain,karena sudah tujuh bulan ini tidak ada jawaban yang kepastian. Kami sangat berharap sebaiknya tidak boleh berlarut-larut . Kami minta jawaban yang pasti dan bagi kami negosiasi itu bukan yang kami butuhkan,”katanya Risa

Sementara Wakil Ketua DPRD Nagekeo, Kristianus Dua Wea dihadapan ratusan FPPN mengatakan Jika FPPN ingin segel silahkan.

Menurut Kris, Lemabaga DPRD merupakan rumah Rakyat, Lembaga DPRD sendiri memikirkan apa yang menjadi tuntutan FPPN, namun lembaga tersebut akan memperjuangkan dengan caranya.

Pernyataan dirinya kemarin dimedia jelas adanya. Pertama tentang aturan yang melatarbelakangi keputusan pimpinan Daerah, bahwa ini Regulasi iya, ada sekian banyak aturan. Dan terakhir dengan aturan pemerintah  PP 49 Tahun 2018 tentang PPPK pasal 99.

Lanjut Kris Lembaga DPRD menyarankan kepada Pemerintah untuk menyampaikan semua ketika diberhadapkan dengan Regulasi yang ada. Tidak juga hanya kepada BPK dan BPKP tetapi juga kepada Kementerian dalam Negeri untuk menjelaskan semua terkait keterbatasan .

” Bahwa inilah anak-anak Nagekeo yang sudah berbakti sejak Nagekeo ini ada,”jelas Kris.

Pantauan Media ini, Setelah mendengar pernyataan Wakil Ketua DPRD, FPPN saat itu juga berusaha melewati pengawalan Kepolisian Polsek Aesesa  namun dihalangi pihak Kepolisian Polsek Aesesa yang dipimpin Kapolsek Ahmad, SH.

Ahmad saat itu dihadapan ratusan Forum Pemuda Peduli Nagekeo (FPPN) mengatakan jika ada yang berani segel kantor DPRD Nagekeo akan dipidanakan.

Namun Massa aksi tetap mengabaikan dan berusaha menerobos dan melewati penjagaan Polisi. Upaya massa aksi tersebut tetap dijaga ketat oleh kepolisian. Pada akhirnya Massa aksi berhasil masuk dan langsung menuju ruangan sidang paripurna.(*Nasan Kua)



TAG