KNPI Dukung Dirut Bank NTT Pecat dan Proses Hukum Pejabat Terlibat Kasus


Zonalinenews- Kupang,- Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) NTT mendukung tindak tegas Direktur Utama Bank NTT, Izhak Eduard Rihi yang akan memecat dan melakukan proses hukum terhadap oknum pejabat terlibat kasus sewa Kantor Cabang (Kancab) Bank NTT Surabaya.

Demikian diungkapkan Ketua KNPI NTT; Hernanus Boki kepada Zonalinenews Senin 1 Juli 2019.

Menurtnya prinsipnya pihaknya mendukung, tapi bukan berarti dengan dipecat dari Bank NTT berarti yang bersangkutan bebas dari persoalan hukum akibat dari perbuatan yang dilakukan dan rakyat bahkan NTT dirugikan.

” Pecat dan yang bersangkutan mempertanggungjawabkan sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ucapanya.

Lanjutnya, dipecat sebagai sebuah penerapan disiplin dan sanksi internal Bank NTT terkait kepatuhan, kelayakan, etis dan sebagainya.

” Tapi tidak berarti yang bersangkutan terlepas dari persoalan hukum. Siapapun ia, baik yang masih aktif dan akan dipecat sebagaimana pernyataan Dirut maupun mantan direksi yang terlibat persoalan itu harus diminta pertanggungjawaban sesuai ketentuan dan prosedur hukum yang berlaku,” tegas Boki.

Diberitakan sebelumnya Direktur Utama Bank NTT, Izhak Eduard Rihi akan mengambil tindakan tegas dengan memecat dan melakukan proses hukum terhadap oknum pejabat yang terlibat kasus sewa Kantor Cabang (Kancab) Bank NTT Surabaya jika yang bersangkutan terbukti melanggar peraturan internal Bank NTT tentang pengadaan barang dan jasa.

Hal itu disampaikan Dirut Izhak saat dimintai tangapannya melalui telepon selularnya terkait masalah sewa Kancab Bank NTT Surabaya yang tak dapat difungsikan karena tidak mendapat ijin operasional dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hingga merugikan Bank NTT hingga Rp 10,6 milyar.

 “Kalau ada pelangaran prosedur dalam proses sewa Kancab Surabaya, maka kami akan tindak lanjut secara hukum. Kami juga akan tindak tegas jika ada oknum yang terlibat. Kalau ada pejabat yang terlibat. Saya akan pecat,” tandas Izhak.

Menurut Izhak, pihakmya akan mempelajari masalah sewa ruangan Hotel Bintang 5, Garden Place untuk Kancab Surabaya tersebut. “Apakah proses sewa itu sudah sesuai dengan prosedur pengadaan barang dan jasa internal kami atau tidak? Kalau sesuai prosedur maka kita cari solusi yang terbaik. Tapi jika tidak sesuai prosedur internal kami, maka itu merupakan kesalahan oknum maka kami akan tindak tegas,” ujarnya.

Tindakan tegas tersebut, lanjut Izhak akan diambil untuk mengembalikan citra Bank NTT. “Ini untuk kembalikan citra Bank NTT. Saya tidak main-main  itu sudah kamitmen saya dengan OJK,” tandas Izhak. (*tim)