Kopi Lonsilar Cita Rasa Khas Alor, Perluas Pemasaran Hadirkan Transmart Kupang


Zonalinenews – Kalabahi – Untuk menjembatani pengembangan produk kopi Alor, Lembaga Penelitian dan Pengembangan Masyarakat (LPPM) Politeknik (Poltek) Negeri Kupang bekerjasama dengan LPPM Universitas Tribuana (Untrib) Kalabahi menggelar Lokakarya Sinkronisasi Pengelolaan Produk Lokal Kopi Lonsilar Dan Cita Rasa Khas Alor Untuk Perluasan Pemasaran.

Lokakarya yang melibatkan petani, koperasi, Dinas Pertanian dan Perkebunan Alor menghadirkan Transmart Kupang sebagai nara sumber ini berlangsung di Aula Kampus Untrib, Jumad, 19 Juli 2019 pagi.

Ketua pelaksana Program Pengabdian Masyarakat Multi Tahun Poltek Negeri Kupang Folkes Laumal mengatakan, dengan dijembatani beberapa bagian ini agar mulai dari produksi kopi sampai penjualan bisa berjalan lebih maju.

“Kita targetkan kopi-kopi kemasan di Alor dan mungkin produk lain bisa terjual di Transmart Kupang makanya kita undang Trasmart kesini supaya bisa berdiskusi bersama dengan pemerintah dan petani,” kata Laumal.

Menurutnya, program ini merupakan tahun ketiga yang dilakukan, dimana pada tahun pertama mereka hadir dengan bantuan alat pengolahan kopi di dua koperasi yakni koperasi beringin dan kantor perkebunan.

“Untuk tahun kedua itu bantuan pengelolaan managemen pengelolaan administrasi sampaisistim informasi managemen yang berbasis online. Tahun ketiga ini penyempurnaan logo sampai dengan patennya nanti, pemasaran dan targetnya Transmart,” sambungnya.

Berbicara kualitas, Folkes menambahkan, tahun lalu pihaknya sudah menguji kadar gizi kopi Alor di BPOM Kupang.

“Ternyata Kopi Alor ini mengandung kadar karbohidrat dan protein yang sangat tinggi dan semua orang pada kaget dan orang berpikir kopi dari Flores,” ungkapnya.

Ia juga menyebut, pihaknya juga mencoba shering ke beberapa profesor di Bali dan memang kopi di Alor, memiliki kekhasan dengan rasa yang tidak strong tapi bisa merebut pasar diluar Alor.

“Makanya sampai dengan penyempurnaan kemasan itu juga kita banyak berdiskusi dengan beberapa profesor itu dan akhirnya tahun ini kita hadirkan Transmart. Trasmart siap menerima produk kopi karena syarat kesehatan, komposisi nilai gizi sudah teruji,”ujar Laumal.

Terkait ketersediaan stok, Folkes menyampaikan ini merupakan tantangan, tetapi dengan kehadiran petani dalam lokakarya ini, bisa membuka apa yang kira-kira dibantu sehingga sekalipun tidak diproduksi dengan jumlah yang banyak, tetapi bisa diupayakan tetap continue.

Sementara Store Jendral Menager Transmart Kupang Bangun Pribadi menjelaskan, ketertarikan trasmart pada kopi alor lebih kepada pelaku usaha lokal yang bersinergi dengan pihaknya, termasuk usaha-usaha lainnya.

“Di trasmart ada satu bagian yang bernama Pojok Rakyat yang mana bagian ini mengurus produk lokal masyarakat untuk bisa dipasarkan,” ujarnya

Terkait kopi Alor, Bangun menekankan agar kualitas dan kontinitas harus tetap terjaga karena harus tetap terjaga kriteria modern adalah keberlanjutan.

“Jika kriteria modern dan potensi yang besar maka kopi Alor bisa dikembangkan dan dipasarkan di trasmart lainnya di Indonesia. Jadi kalau sudah hadir di trasmart maka ini merupakan satu langkah maju menuju ekspansi yang luas lagi,” tambah Bangun Pribadi.

Menjawab tantangan k├ętersediaan kopi, Kabid Perkebunan Erry Dukabain menyampaikan selalu ada tinggal.

“Sekarang bagaimana setiap UPH untuk mendapatkan bahan baku selama 1 tahun,” pungkas Erry (*pepenk)