Marak Bunuh Diri di Manggarai,Bupati Deno Minta Gereja dan Pemerintah Bersinergi


Zonalinenews-Manggarai,- Bupati Manggarai Deno Kamelus mengatakan dialog dan kerja sama pemerintah dan gereja harus dalam rangka membangun masyarakat. Secara khusus Bupati Deno menyinggung kasus bunuh diri di Manggarai yang akhir-akhir ini kian marak.

Hal tersebut disampaikan Deno Kamelus dalam sambutan di acara pentahbisan keenam imam baru Ordo Fratorum Minorum (OFM) di Gereja Paroki St. Fransiskus Asisi Karot, Keuskupan Ruteng, Rabu 17 Juli 2019.

Menurut Bupati Deno, kecenderungan meningkatnya kasus bunuh diri di Manggarai merupakan salah satu tantangan yang harus segera diurai bersama, baik pemerintah dan gereja.

“Kita semua bersama-sama mendiagnosa sekaligus mencari solusi atas tantangan-tantangan hidup bermasyarakat,” ujar Deno Kamelus dalam sambutannya di depan ribuan umat yang hadir.

Bupati Deno hadir dalam misa pentahbisan bersama Wakil Bupati Manggarai Victor Madur serta unsur Forkompimda sejumlah pimpinan perangkat daerah Kabupaten Manggarai.

Dia berharap agar semangat dialog antara pemerintah dan gereja, melalui para imam terutama keenam imam baru, dapat dibangun dengan baik dalam rangka membangun masyarakat, khususnya dalam dimensi sosial.

“Dalam kita melaksanakan tugas-tugas sesuai panggilan kita masing-masing, tentu bukan untuk diri sendiri saja tetapi untuk kebahagiaan umat atau masyarakat,” tegasnya.

Keenam imam baru yang ditahbiskan ialah Pater Yulius Fery Kurniawan, OFM, Pater Rupertus Herpin Hormat, OFM, Pater Gregorio Febryanto Wendardins Ranus, OFM, Pater Charles Lelu Umbu Sogar Ame Talu, OFM, Pater Anicetus Evaristus Jebada, OFM, dan Pater Marselinus Kabut, OFM.

Misa pentahbisan enam imam baru ini dipimpin oleh Administrator Apostolik Keuskupan Ruteng, Mgr. Silvester San, Pr. Dalam kotbahnya, Uskup Silvester San menekankan tentang pentingnya rasa bersyukur dan sikap rendah hati.

“Yesus selalu berdoa kepada BapaNya. Isi doaNya adalah doa syukur. Yesus tahu bersyukur atas apa yang diperbuat Bapa kepada manusia. Pantaslah jika Yesus menjadi teladan bagi kita semua dalam hal bersyukur”, ungkap Uskup Silvester yang juga mengingatkan bahwa kerendahan hati dalam pelayanan adalah acuan bagi setiap imam.

Dirinya juga menekankan kepada keenam imam baru tentang pentingnya pelayanan dan panggilan sosial kepada umat.

“Dalam kaitan dengan tugas kegembalaan, hendaknya selalu berpedoman pada Kristus Gembala Agung kita yang datang bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani, yang datang untuk mencari serta menyelamatkan yang hilang dan tersesat. Karena itu semangat melayani tanpa pamrih dan tanpa mementingkan diri sendiri, keluarga dan kelompok harus terus diperjuangkan”, ujarnya.

Uskup Silvester berharap agar para imam baru ini selalu setia kepada panggilan Tuhan, setia melayani, dan menjadi pribadi yang rendah hati. (Sumber Humaspro Manggarai/ Editor Kons Hona)