Pilkades Desa Langkuru Alor Terancam Batal. Camat Sailana Angkat Bicara


Camat Pureman, Yohanis Sailana.

Zonalinenews-Kalabahi,- Pemilihan kepala desa (Pilkades) Langkuru di Kabupaten Alor Nusa Tenggara Timur (NTT) terancam batal, problem itu berawal pasca permohonan pembatalan masyarakat kepada Bupati Alor, yang dinilai kinerja panitia pemilihan tidak objektif.

Baca Juga: http://www.zonalinenews.com/2019/07/masyarakat-desa-langkuru-minta-bupati-alor-batalkan-pemilihan-kepala-desa/

Seperti diberitakan media ini sebelumnya masyarakat desa Langkuru Kabupaten Alor provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) minta Bupati Alor Drs.Amon Djobo batalkan proses pemilihan kepala Desa Langkuru, karena terindikasi melanggar Undang-undang nomor 39 tahun 1999 pasal 43 tentang HAM.

Dominggus Atading tokoh masyarakat kepada wartawan, menyampaikan, sebagai mana dalam keputusan panitia pemilihan kepala Desa Langkuru yang menggugurkan bakal calon An. Dominggus Landena (Petahana) dan David Molibu dapat dinilai mereka selaku pendukung sebagai bentuk kejahatan demokrasi.

“Kami pendukung menilai proses yang telah dilakukan oleh panitia, adalah bentuk kejahatan demokrasi, serta terindikasi sedang berupaya menghilangkan hak orang lain, sebagai mana pada ketentuan undang-undang tentang Hak asasi manusia (Ham)” Kata Dominggus tokoh masyarakat, Rabu 17 Juli 2019.

Ditempat yang sama, seorang tokoh perempuan Lea Laning, menyampaikan, proses menuju pemilihan yang terjadi di Desa Langkuru tidak objektif dan bertentangan dengan undang-undang nomor 12 Tahun 2005 pasal 25, tentang hak sipil dan politik.

“Itu proses diatas sudah tidak benar, ada kesalahan admistarasi yang panitia harus bertangung jawab. Panitia kerja tidak objetif. Dalam undang-undang jelas bahwa setiap warga negara juga harus mempunyai hak dan kebebasan tanpa membedakan apapun sebagai mana dimaksud dalam pasal 2 dan tanpa pembatasan yang tidak beralasan” Kata Laning.

Untuk itu kata Lea, dengan merujuk pada konstitusi di Negara ini, mereka ajukan surat pembatalan kepada panitia pemilihan kepala Desa Lngkuru, dengan alasan proses ini masih ada tahap mediasi antara BPMPD dengan pelapor an.Dominggus Landena dan David Malibu.

“Kami sudah ajukan permohonan pembatalan kepada panitia, tetapi tidak diindahkan oleh panitia pemilihan”

“Kami sudah bersurat ke Pak Bupati Alor, semoga pak Bupati dengar dan tindaklanjuti permohonan kami” Kata Lea Laning.

Bakal calon kepala Desa yang ikut digugurkan Dominggus Lande kepada awak media, menyampaikan, dirinya dan rekan David Malibu tidak mendapat persyaratan pendaftaran secara lengkap.

“Saya dan pak David tidak dapat persyaratan secara lengkap, berujung kami di gugurkan, Menurut kami ini adalah sebuah proses pemilihan yang tidak adil dan ada dugaan kecurangan. Camat juga kami menduga ikut bermain gugurkan kami, sebab adiknya ikut calon kepala Desa” Katanya, kesal.

Lanjut Dominggus mengisahkan, pada bulan Mei 2019 berlangsung bulan bhakti gotong royong tingkat kecamatan di Desanya Langkuru, sehingga dirinya sibuk dan semua berkas pencalonan Kepala Desa atas perintah Camat di urus oleh seorang staf di kecamatan.

“Saat itu saya sebagai kepala Desa sibuk sekali dalam kegiatan bulan bhakti tingkat kecamatan, karena ada di Desa saya. Jadi, Camat yang sempat suruh bawahannya (Staf) untuk kerja berkas saya, tapi sayangnya itu berkas tidak lengkap” Kisahnya.

Semoga surat yang sudah masyarakat pendukung sampaikan, dapat ditindaklanjuti oleh Bupati Alor dengan bijaksana.

“Saya kesal, panitia seakan kerja secara subjektif. Saya dapat persyaratan tidak secara lengkap, persyaratan saya kemudian kurang satu, yang kurang itulah yang panitia tidak umumkan. Lantas saya digugurkan. Ini ada apa.? Dalam tahap verifikasipun kekurangan itu tdk disampaikan. Mereka panitia turun ikut bimtek juga tidak naik sosialisasi di kami. Pak Bupati tolong batalkan proses pemilihan di Langkuru “Kata Landena.

Bupati Alor Drs.Amon Djobo ketika dikonfirmasi awak media, meyampaikan, segera konfirmasi dengan pihak kecamatan Pureman. “Om (Wartawan) bel (Telepon) langsung di Camat Pureman saja” Tulis Bupati Alor kepada Wartawan, Via Sms, 18 Juli 2019.

Camat Pureman Yohanis Sailana angkat bicara ketika dikonfirmasi Zonalinenews, pasalnya, semua proses tahapan sudah panitia kerja dengan baik.

“Panitia sudah kerja, Pilkades tetap berlangsung, masyarakat lapor itu hak mereka. Silakan mereka lapor” Katanya lembut, Via Telepon kepada Wartawan, 18 Juli 2019.

Dua bakal calon yang gugur, kata camat merupakan orang lama, seharusnya tanpa panitia umumkan syarat juga mereka bisa tahu. “Kakak (Wartawan) dorang (Mereka) Dua itu orang lama, masa ini Lima orang yang baru bisa tahu dan mereka Dua tidak tahu,” tutup Camat Sailana.

Data yang dihimpun Zonalinenews, puluhan masyarakat ikut menandatangi surat permohonan pembatalan pemilihan di Desa Langkuru Kabupaten Alor, dan telah melaporkan tanggal 12 Juli 2019. (*Ea)