Relawan Jokowi NTT Ancam Batalkan Kunjungan Presiden RI di Nunkurus


ZONALINENEWS.COM – OELAMASI, Solidaritas Relawan Jokowi NTT mengancam akan melakukan aksi demo membatalkan kunjungan Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo (Jokowi) di Desa Nunkurus, Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang NTT pada bulan Agustus 2019 mendatang.

Pasalnya Solidaritas Relawan Jokowi NTT tidak menghendaki kunjungan Presiden tersebut membawa duka bagi pemillik lahan di Nunkurus. Namum, sebaliknya memberikan kebahagian bagi pemilik tanah.

” Seharusnya kunjungan Presiden 20 Agustus mendatang membawa kebahagian bagi masyarakat pemilik tanah di Nunkurus. Dan rencana Presiden untuk memberikan sertifikat tanah bekas HGU, harus dipertimbangkan untuk ditinjau kembali kepemilikan tanah tersebut,” ungkap Ketua DPD Jenggala Center NTT, Jhon Ricardo saat jumpa pers, Selasa 16 Juli 2019 pukul 11.30 wita didampingi Ketua Seknas NTT, Rudi Tokan, Ketua Rumah Jokowi NTT, Heribertus Selly , Ketua Poros Jokowi, FN Sambi Dede , serta Tokoh Masyarakat Nunkurus, Yeskiel Sei, dan Cristofel (Oni) Benyamin.

Menurutnya, kehadiran solidaritas relawan di Nunkurus menindaklanjuti laporan warga setempat karena ada indikasi tanah dicaplok oknum tertentu pasca dicabutnya HGU PT PKGD.

” Kami datang ke sini bersama rekan-rekan media untuk menyampaikan ke publik bahwa di Nunkurus ada persoalan yang sangat rumit pasca pencabutan HGU dan adanya indikasi pencaplokan tanah oleh oknum,” tutur Jhon Ricardo.

Lanjut Jhon, pihaknya meminta pemerintah untuk segera menyelesaikan persoalan tersebut, bila tidak hari kamis 18 Juli 2019 pihak akan mendatangi DPRD meminta dituntaskan.

” Bila DPRD juga tidak bisa dituntaskan maka rencana kami mengirimkan 5 orang Selasa 23 Juli 2019 bertemu Presiden untuk melaporkan persoalan ini. Dan bila Presiden tidak mau mendengarkan laporan kami dan lebih percaya pada pembisik maka kami akan melakukan aksi demo untuk membatalkan kunjungan Presiden ke Nunkurus ,” tegas Jhon Ricardo.

Lanjut Jhon Persoalan tanah tambak garam dan tanah garapan sawah di Nunkurus akan diperjuangkan untuk pemilik sebenarnya mendapatkan haknya.

” kami tidak akan membela bagi yang mengaku pemilik namun mengakusebagai pemilik pasca pencabutan HGU oleh pemerintah,” tegasnya.

Pada Kesempatan itu tokoh masyarakat Nunkurus , Yes Sei menyampaikan terima kasih kepada Gubernur NTT, Viktor Laiskodat, Bupati Kupang, Korinus Masneno atas perjuangan sehingga HGU PKGD dicabut dan tanah milik warga dikembalikan. Namun dalam perjalanan, ada oknum tertentu yang diduga mau mencaplok tanah yang bukan merupakan hak milik.

” Ini lahan leluhur kami. Lahan dikembalikan ke warga karena sudah dari leluhur. Kami akan  pertahankan untuk tidak diberikan ke orang lain. Kalau diberikan ke orang lain maka akan kami perjuangkan sampai titik darah terakhir,” ujarnya.

Sementara pada pertemuan itu Tokoh masyarakat , Christofel (Oni) Benyamin, menyampaikan terima kasih kepada pemerintah karena HGU PKGD dicabut ijinnya dan diberikan kepada warga. Ini membuktikan gubernur dan bupati peduli dan apresiasi yang tinggi.

“Kami bentuk koperasi yang didalamnya merupakan gabungan Suku Seik,  Bolin, Patola, Gago, Benyamin, Takuba dan Tanone. Kami kerja di lahan kami ko dilarang. Lahan yang dikerjakan diklaim. Pemilik hak ulayat punya bukti dan kami serahkan untuk barbagi tapi klaim semua hak kita dikemanakan. Tolong relawan Jokowi  perjuangkan hak kami. Pemerintah cabut HGU tapi muncul persoalan baru. Hak tujuh suku diambil alih,” kata Oni Benyamin.

Lanjutnya dengan pencaplokan 25 Hektar tanah oleh oknum Desa masyarakat yang dikorbankan seperti di Kepala Kerbau, Dalam Kom dan Tunggagea. Pihaknya berterima kasih kepada pemerintah atas pergumulan selama 26 tahun. Dicabutnya HGU untuk dipulangkan ke warga pihaknya senang sekali tapi Ada oknum tertentu datang caplok ini yang menimbulkan masalah baru .

” Luas Tanah HGU yang dikembalikan seluas 7 ribu hektar lebih , sedangkan yang dicaplok sebesar 25 Hektar,” ucap Benyamin. (*tim)