Sejarah Singkat Masjid Agung Al – Fatah Kalabahi Kabupaten Alor


Prosesi pemasangan bulan bintang (Kamusang) Masjid Agung Al-Fatah Kalabahi , Selasa 23 Juli 2019 pagi

Zonalinenews – Kalabahi – Masjid Agung Al-Fatah Kalabahi merupakan masjid pertama di Kota Kalabahi, seiring perpindahan ibu kota Kerajaan Alor dari Alor Kecil ke Kalabahi.

Masjid ini berdiri pada tahun 1916 dan pada saat itu masih berupa tempat pengajian atau taman pendidikan agama islam yang dipimpin oleh seorang ustadz dari Padang yang disapa Engku Padang.

Selain menjadi tempat pengajian, juga menjadi musholla bagi warga muslim yang mulai berdatangan di Kota Kalabahi untuk shalat berjamaah, baik shalat 5 waktu maupun shalat Jum’ad.

Dengan berjalannya waktu, pada tahun 1926, Kota Kalabahi semakin didatangi dan dihuni oleh umat Islam dari berbagai komunitas yakni Alor Kecil, Ata Urung, Dulolong, Alor Besar, Binongko, Ende, Kupang.

Penduduk muslim makin bertambah dan kebutuhan akan rumah ibadah yang layak, maka atas inisiatif Langko Panara (Alm), mewakafkan sebidang tanah pribadinya serta bermusyawarah dengan para tokoh paguyuban, membangun sebuah masjid berkonstruksi kayu sebagai tempat ibadah.

Alhasil dengan rasa kebersamaan, saling bahu membahu para tokoh perintis itu berhasil membangun sebuah masjid pada tahun 1928 dan diberi nama Masjid Kota Kalabahi dan bertahan hingga tahun 1979.

Pada tahun 1970 saat terbentuknya Kantor Departemen Agama Kabupaten Alor, oleh Kepala Seksi Penerangan Agama Islam Bura Abdullah (Alm), melaksanakan musyawarah bersama para imam se-Kabupaten Alor untuk memberikan nama-nama masjid dan Masjid Kota Kalabahi diubah namanya menjadi Masjid Al – Fatah, yang artinya Masjid Pembukaan.

Selanjutnya, berdasarkan regulasi tentang nomenklatur status masjid secara nasional dari pusat sampai ke daerah yaitu Pusat (Masjid Negara), Propinsi (Masjid Raya), Kabupaten (Masjid Agung), Kecamatan (Masjid Besar), Desa/Lurah (Masjid Jami).

Maka oleh Kepala Kemenag Alor H. Burhanuddin Kia. BA, menetapkan dengan Surat Keputusan Masjid Al – Fatah statusnya menjadi Masjid Agung Tingkat Kabupaten Alor.

Selain komunitas perintis, jamaah pendukung Masjid Agung Al – Fatah semakin banyak dengan bertambahnya komunitas yang berasal dari Ampera, Lembata, Baranusa, Bima, Sulawesi, Padang dan lainnya.

Semuanya berkolaborasi menjadi Jamaah Masjid Agung Al – Fatah bersatu padu mempunyai rasa kebersamaan, rasa memiliki dan rasa berperan aktif membangun, membina dan memakmurkan masjid.

Karena termakan usia, sekitar tahun 1980, masjid ini pun direnovasi untuk kedua kalinya. Pada tahun 1991, terjadi gempa bumi yang mengakibatkan kerusakan pada bagian penting bangunan masjid sehingga direnovasi kembali. Namun pada 2004, terjadi lagi gempa tektonik yang meluluhlantakan Alor, menyebabkan kerusakan cukup parah.

Melalui kesepakatan jamaah, diadakan renovasi total dengan pertimbangan, Masjid Agung Al – Fatah Kalabahi adalah masjid pertama di Alor dan satu-satunya berada di pusat Kota Kalabahi.

Bermodalkan semangat, pada tahun 2011, diadakan peletakan batu pertama pertanda pekerjaan rehabilitasi total dimulai dan hingga kini sudah memasuki tahun ke 8 dan pekerjaan baru mencapai 60 %.

Target panitia, waktu 5 tahun masjid ini harus sudah rampung. Hal ini disebabkan oleh latar belakang kehidupan sosial ekonomi jamaah yang beragam menyebabkan pekerjaan menjadi sulit untuk diselesaikan tepat waktu.

Masjid/Mushollah pertama dipimpin oleh Badan Syarah saat itu yakni Imam : Langko Panara (Alm), Khotib : Koteng dan Djae Ratu (Alm), Bilal : Ama Ledang, Djou Fatang Enga, dan Djam Hari (Alm), Marbot : Djafar Malaku (Alm). (*Pepenk)



TAG