Seribu Bunga di Malam Minggu APRA Kupang Gugah Pemerintah Peduli Petani Alor


Zonalinenews-Kupang,- Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Peduli Rakyat Alor (APRA) Kupang gelar demonstrasi, solidaritas malam minggu dengan 1000 bunga untuk petani di Alor Waisika, Kegiatan itu dilaksanakan di taman nostalgia, Sabtu 6 Juli 2019, pukul 17:00 – 19:00 Wita.

APRA menolak lokasi pembangunan SPBBU diatas sumber mata air petani, di Desa Waisika, Kecamatan Alor Timur Laut (ATL), Kabupaten Alor NTT yang tak kantongi Izin UKL, UPL, atau AMDAL.

Bunga itu, kata koordinator lapangan Isak Mabilehi, APRA bagi kepada masyarakat di NTT sebagai bentuk cinta mereka untuk menggugah hati pemerintah baik Presiden, Gubernur, dan Bupati Alor yang tak kunjung mendengar aspirasi yang sudah berulang kali mereka sampaikan.

“Pembagian bunga ini, kami ingin mengugah hati pemerintah yang tak pernah mendengar keluh kesah, serta keinginan masyarakat atas penolakan lokasi pembangunan SPBBU Milik PT Ombay,” Kata Isak lewat telepon seluler kepada Wartawan.

Aksi itu, lanjut Isak, sebagai bentuk kampanye luas kepada masyarakat, bahwa saat ini pemerintah kabupaten Alor terlihat seperti tidak berdaya menghadapi PT. Ombay Sukses Persada Kalabahi.

“Pemerintah Kabupaten Alor terkesan tidak berdaya lagi hadapi Perusahan yang mungkin paling kaya di Alor itu, kasihan yang korban petani,” Kata Mabilehi.

Isak meminta, Perusahan segera meninggalkan lokasi tersebut dan menghentikan aktivitasnya yang saat ini berlansung. Sebab, kata Isak, ativitas PT. Ombay Sukses Persada Kalabahi, nanti akan menghancurkan sawah yang selama ini menghidupi petani di Waisika Alor NTT.

“Mereka (petani) dalam pemenuhan Kebutuhan makan, minum, dan sekolah anak-anak, semuanya bergantung dari sawah itu. Pihak perusahan harus sadar dan berhenti sudah” Tegas Isak.

Petrus Saldena, aktivis APRA ditempat yang sama menyampaikan, pemerintah perlu segera menghentikan aktivitas perusahaan di lokasi SPBBU karena perusahaan sejauh ini belum mengantongi ijin kelayakan lingkungan (AMDAL, UKL, UPL) dari pemerintah.

“Apabila pemerintah daerah tetap mengijinkan pembangunan SPBBU di lokasi sumber mata air maka kami akan mendesak Presiden Jokowi dan Kepala BPH MIGAS untuk segera membatalkan program SPBBU yang berlokasi di Kecamatan Alor Timur Laut Kabupaten Alor Provinsi NTT. Sebab lokasi SPBBU berdekatan dengan sumber mata air dan sawah petani” Katanya.

Pembangunan SPBBU di Fatau Desa Waisika, ATL, Kata Petrus, bertentangan dengan regulasi UU Lingkungan Hidup, UU Kehutanan, UU Konservasi Satwa dan Habitatnya, serta Perda RTRW Kabupaten Alor tahun 2013-2033.

“Prinsip pembangunan di Republik ini harus mengacu pada Undang-undang. Masa pengusaha sekelas Ombay berkerja tanpa izin, ini sesuatu yang tidak bagus” Imbuh Petrus, geram.

Informasi yang dihimpun Zonalinenews, kegiatan distribusi bunga itu berlangsung aman dan tertib sampai masa aksi meninggalkan taman nostalgia kota Kupang.(*Erson)