Tiga Kali Hilda Kakak Raymundus Alami Kejadian Aneh, Tak Mengira Adiknya Celaka


Zonalinenews.Com, Larantuka-Biasanya jika ada hal buruk yang hendak menimpa sanak famili, tentunya keluarga sering mengalami berbagai keanehan yang tidak lasim namun, acap kali hal tersebut lolos dari perhatian.

Peristiwa serupa juga dialami Hilda kakak Kandung Yoseph Raymundus Benekikus 19 th siswa SMKN 1 Larantuka Flores Timur-Nusa Tenggara Timur yang hilang 10 Mil sebelah utara Pulau Kangean-Madura Jawa-Timur Minggu, 7 Juli 2019 siang.

Tanda-tanda demikian masih segar dalam ingatan Hilda. Kejadiannya di malam hari. Pertama, ketika tiba-tiba anak Hilda berumur 2 tahun memanggil nama adiknya tersebut sambil tangannya menggengam Hand Phone persis seperti orang yang tenga berkomunikasi.

“Waktu itu hari Sabtu, jam sepuluh malam. Waktu itu saya  di rumah, anak saya yang belum genap dua tahun tiba- tiba berkata Halo Nana Ai (Halo Paman Ray) suaranya terdengar jelas” Saya anggap hal biasa sebutnya lirih.

Tidak berhenti sampai di situ. Kali ini, sangat irasional. Di hari Minggu, masih dengan waktu yang sama yakni Pukul 22.00 atau setelah 24 jam berselang dengan kejadian kemarin, dirinya hendak beranjak beristirahat. Mendadak penerangan di bagian dapur padam disusul bunyi ledakan. 

Bersamaan dengan ledakan tersebut, terdengar juga brak. Persis bunyi sejumlah piring dibanting begitu saja, dengan serpihannya menyebar di setiap sudut dapur. 

“Mau tidur tiba-tiba lampu mati. Bunyi seperti tumpukan piring dibanting pecahannya berhamburan demikian juga bola lampu Led, terdengar  bunyi serupa,” kenang Hilda.

Karena kesal bercampur rasa ingin tahu, anak sulung pasangan Mendi dan Rina bergegas ke dapur memeriksa sekeliling memastikan apa yang sedang terjadi. 

Sampai di dapur, semuanya terlihat biasa saja. Seperti tidak pernah terjadi sesuatu. Tumpukan piring kotor yang belum sempat dibersihkan semalam masih tersusun pada tempatnya. Demikian Bolam tergantung di fiting. Semua terlihat wajar.

Hal aneh yang dialaminya bersama sang suami dan anak beberapa hari terakhir, akhirnya terjawab ketika dirinya melalui seorang teman diminta sang ayah pulang ke Larantuka berhubung ada hal penting yang hendak diutarakan.

Begitu mengetahui hal buruk telah dialami Raymundus,  dirinya mendadak lemas. 

“Mereka bilang langsung bilang ke saya, Linda ee… saya terus terang kapal yang engko pung ade praktek tu, tenggelam” 

Kabar tersebut sontak, memutar ingatanya atas kejadian aneh yang dialami. Terlebih adanya kesamaan waktu dengan musibah yang dialami adik kandungnya.

Pukul 22.00 Jumat, 5 Juli 2019 bertepatan dengan terdengarnya instruksi dari Nakhoda KM. Mina Rahayu, kepada 31 ABK serta 7 orang siswa segera mengenakan pelampung serta membawa bekal secukupnya selanjutnya bersiap terjun ke laut katena Kapal mengalami kebocoran.

Masih dipukul 22.00 Minggu, 7 Juli 2019 di hari yang sama pada pukul 10.00 WIB adiknya diketahui telah hilang.

Sementara ibu kandung Raymundus kepada Wartawan mengaku tidak mendapat tanda maupun firasat. 

Pasca tenggelamnya Kapal naas sebagai tempat praktek 5 orang siswa SMK asal Flotim ditambah 2 siswa asal Jogya atau hampir seminggu berselang musibah tersebut, hampir dipastikan peluang selamat atas diri remaja 19 tahun tersebut amat kecil keluarga mengikhlaskan. Ibu dan kakak Raymundus amat berharap bisa menemukan putera semata wayang mereka serta dibawa kembali ke Larantuka. (*tim)