“Abaikan” Bupati, Pelaksana Tugas Kepala BKD Flotim Rekrut Tenaga Kontrak


ZONALINENEWS-LARANTUKA;- Begitu mudahnya memberikan Surat Keputusan (SK) kepada oknum tenaga kontrak yang baru mengabdi, sehingga hal ini menjadi perhatian serius Bupati Flores Timur Antonius Hubertus Gege Hadjon, SH.

Berbicara di depan warga masyarakat desa Oyang Barang-Kecamatan Wotan Ulumado-Adonara Rabu, 3 Agustus 2018 Anton mengatakan terkait pemberian Surat Keputusan (SK) kepada oknum tenaga kontrak dirinya akan lebih selektif dengan mengutamakan para guru yang sudah lama mengabdi namun tidak diakomodir sehingga belum mendapat Surat Keputusan (SK) Kontrak Daerah.

“Saya akan kontrakan guru honor baik di SD maupun SMP yang bertahun-tahun mengabdi tapi belum dikontrakan,”.

Sikap Bupati ini sangat berbeda dengan yang dilakukan BKD Flotim dalam melakukan perekrutan tenaga Honorer.

” Menerima orang itu ada kebijakan saya juga sebagai pimpinan,” ucap Sekertaris Badan Keuangan Daerah (BKD) Flotim, Yohanes Pehang Keraf, sekaligus menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BKD Flotim, di ruang kerjanya Senin 26 Agustus 2019.

Menurut Keraf, dirinya tidak menerima tenaga baru, yang ada, adalah yang sudah lulus dan digantikan yang baru, dan dirinya rekrut adalah basis Akuntansi dan IPnya tinggi

” Itu tidak menerima baru, ada yang sudah lulus dan saya gantikan yang baru, yang saya rekrut itu basic akuntansi, IPnya tinggi juga,” tuturnya.

Ketika ditanya apakah perekrutan Honener ini sangat dibutuhkan ….,?

Mendapati pertanyaan itu, salah satu kabid di BKD , Zainal kepada Zonalinenews dihadapan Plt menjelaskan bahwa penerimaan di bidang Pendataan Pendapatan dan Retribusi Daerah, masih kurang sekalipun sudah ditambahkan dua atau tiga orang,

” Di bidang ini kalaupun di tambahkan dua sampai tiga orang juga masih kurang;” jawab ,”Zainal salah satu Kabid di BKD kepada wartawan di depan Plt Badan Keuangan Daerah (BKD)

Lanjutnya pihaknya sangat membutuhkan tenaga honorer apalagi dilapangan, ada yang praktek saja di bidang Pajak selalu berpesan agar cepat menyelesaikan kuliah agar perekrutan pegawai baru bisa masuk.

Ditanya wartawan apakah pola honerer sudah transparan …?

Menurut Plt BKD, Yohanes Pehang Keraf, penerimaan semua sudah transparan, Soal ini saya stop dulu, saya batalkan penerimaan itu dulu, untuk dikaji kembali sesuai harapan.

” anak (tenaga honorer) yang disorot ini dia belum masuk kerja kok, daripada timbul persoalan ini saya pending, saja dulu, ini hanya mengisi yang lowong, saya pending sampai pada tingkat transparansi sesuai perekrutan, ” tegasnya.

Ia menjelaskan untuk dinasnya kebutuhan tinggal dua tenaga honorer.

” kebutuhan saya tinggal dua,
Itu tidak terima baru, itu juga hanya pergantian kalau di pending UPT akan di ganti, memang kondisi lowongan itu memang kita tidak transparan,
Kalau mau di bilang semua penerimaan ini semua tidak tranparan juga, karena ini sudah menjadi sorotan, saya pending saja, Sekarang saya juga sedang mendorong peningkatan di wilayah UPT waiwerang Kecamatan Adonara Timur.

Lanjutnya saat ini pihaknya membutuhkan tenaga untuk penagihan.

” Kami butuh tenaga untuk ganti di penagihan juga, kami akan pertimbangkan kembali untuk di buka secara transparan, biar kita bisa mendapatkan satu yang terbaik diantara yang ada, atas sorotan ini berarti kita harus lebih fokus ke arah prioritas, kalau di UPT Waiwerang selama ini mereka sukarelawan sudah tiga bulan, dan sudah menghasilkan pendapatan tanpa bayar mereka di Waiwerang Kecamatan Adonara Timur;” ungkap
Yohanes Pehang Keraf.

Dirinya mengakui bahwa soal perekrutan tenaga honorer di instansinya Bupati tidak mengetahui.

” Memang Bupati tidak tau karena saya belum menyampaikan, karena rencana saya rekrut dulu baru sampaikan,” tuturnya.(* Rita Senak)