BEM FKIP Undana Sediakan Perpustakaan Mini di Pedalaman TTS


Zonalinenews-TTS,- Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FKIP Undana Kupang sediakan perpustakaan mini untuk masyarakat di pedalaman, Desa Noemuke, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), 5 Agustus 2019.

Baca Juga Zonalinenews: BEM FKIP Undana Kupang Gelar KKM Di Pedalaman TTS

Pembuatan perpustakaan mini itu, merupakan salah satu program dalam kegiatan kemah kerja mahasiswa (KKM) Tahun 2019. Untuk KKM Tahun ini diisi dengan kegiatan-kegiatan ilmia yang langsung menjawab kebutuhan masyarakat Desa, sesuai hasil survei.

Ketua Panitia KKM, Gerson Umbu T Piaratana, Senin, 5 Agustus 2019 disela-sela pembuatan perpustakaan mini, menyampaikan, kegembiraannya atas antusias dan dukungan masyarakat dalam merespon setiap kegiatan yang mereka lakukan disana.

“Masyarakat merespon baik kegiatan kami. Itu terlihat dari awal kami disini masyarakat sudah bersama kami sampai pada pembuatan perpustakaan mini” Ujar Gerson, Mahasiswa semester VII PJKR itu.

Gerson berharap seluruh masyarakat dapat mengunakan perpustakaan mini itu dengan baik, “Saya harap masyarakat dapat gunakan ini (Perpustakaan) dengan baik” Pintanya.

Ketua BEM FKIP Undana, Yeter Tetty, menyampaikan pentingnya perpustakaan mini ada di tengah masyarakat. Ia katakan, di era sekarang masyarakat dipedalaman juga harus diperhatikan budaya literasinya.

“Untuk meningkatkan budaya literasi perlu kita bangun perpustakaan kecil untuk masyarakat bisa gunakan,” Ucap Yeter.

Budaya literasi di Desa, lanjut Yeter, masih sangat minim, untuk itu perlu ada gerakan secara langsung guna membangkitkan semangat literasi sejak dini bagi masyarakat.

“Kegiatan-kegiatan disekolah dan Seminar tentang pendidikan untuk masyarakat kita buat. Begitu juga perpustakaan mini yang sudah kami buat. Ya, kami buat semampu kami, nanti kalau pemerintah mau buat perpustakaan ini lebih besar lagi itu lebih baik,” Kata Tetty.

Masyarakat dipedalaman, lanjut Yeter, harus diajak bersaing seperti masyarakat di jantung kota, “kita di kota banyak sekali perpustakaan, tapi kasihan basodara di Desa tidak ada, jaringan telkomsel pun tidak ada, oleh sebab itu kita buat ini supaya bisa digunakan masyarakat” Pungkasnya.

Yeter menambakan, mereka buat perpustakaan tidak besar dan mewah seperti di kota, tetapi semoga bermanfaat untuk masyarakat Desa, ”Saya berharap kedepan masyarakat disini juga bisa tingkatkan budaya literasi. Menulis, membaca dengan baik agar logika tetap hidup dan nama Tuhan dipermuliakan” Tutup Yeter.

Ketua Karangtaruna Desa Noemuke, Timo Sapay kepada awak media menyampaikan rasa harunya atas kepeduliaan BEM Fkip Undana untuk warga desa Noemuke.

“Kami disini tidak ada perpustakaan, jaringan listrik dan telkomsel juga tidak ada. Kami sangat kesulitan untuk belajar, tapi terima kasih Bem Fkip Undana sudah mau bantu kami, kami akan jaga dan pergunakan perpustakaan ini dengan baik” Tutup Timo Sapay, di Sekretariat Karangtaruna tempat pembuatan perpustakaan mini.

Camat Amanuban Selatan Yohanis Asbanu, S.Pt saat menghadiri kegiatan itu, menyampaikan rasa gembiranya karena wilayahnya itu mendapatkan kunjungan dari Mahasiswa dan membuat banyak hal.

“Saya senang adik-adik mahasiswa bisa ada disini, ketika adik-adik pulang saya haqulyakin wajah Desa Noemuke akan sedikit berubah” Katanya sambil memberi penghormatan secara adat kepada rombongan KKM.

Lanjut Camat Yohanis mengajak masyarakat desa, untuk dapat pergunakan perpustakaan mini yang sudah dibuat itu dengan baik.

“Mahasiswa sudah bantu kita sediakan perpustakaan kecil, masyarakat harus gunakan dengan baik. Kalau tidak ada kesibukan dirumah, datang di perpustakaan dan baca buku. Kami juga mendoakan semoga studi adik-adik di kampus bisa berhasil dan cepat wisuda” Tutup Camat Yahanis, didampingi Kaur Desa Noemuke Lemuel Fanit.

Pantauan Zonalinenews, aneka kegiatan yang dibuat dalam KKM BEM Fkip Undana 2-6 Agustus 2019 di Desa Noemuke antara lain: lomba rangking satu dan game 3D untuk siswa SD, baca puisi untuk siswa SMP, debat ilmia untuk siswa SMA, turnamen bola volly untuk masyarakat, seminar sehari untuk guru-guru, penanaman kelor di rumah warga, pentas seni Flobamora dan pembuatan perpustakaan mini.(*Erson)