FKUB Kota Kupang : Ceramah UAS Dapat Merusak Hubungan Antarumat Beragama


Foto : FKUB Kota Kupang Dan Wakil Wali Kota Hermanus Man Kupang Saat Jumpa Pers Di Ruang Kerja Wakil Wali Kota Kupang

ZONALINENEWS.COM – KUPANG, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Kupang menilai dugaan adanya penistaan terhadap simbol – simbol keagamaan yang dilakukan oleh Ustadz Abdul Somad dalam ceramahnya yang berbicara tentang salib dan jin kafir yang viral diberbagai Media Sosial (Medsos), dipandang dapat merusak hubungan antar agama dan umat beragama yang dijunjung dan dipelihara selama ini. Hal ini disampaikan Ketua FKUB Kota Kupang, Pdt. Drs. Rio Fanggidae yang didampingi oleh Wakil Ketua I Piter Da Santo, Wakil Ketua II, H. Muhammad Abdul Rahman, Wakil Sekertaris I Nyoman Ramiya, Anggota Romo Anderias Sika PR, Saleh Bahweres, Pdt Jecky Latuperissa, Pdt Doddy L. A. Oematan, Pdt Tabes A. Runesy dan Pdt. Jeri A. C. Adoe saat jumpa pers di Ruang Kerja Wakil Wali Kota Kupang, Selasa 20 Agustus 2019, sekira pukul 13.30 wita.

Peryataan sikap FKUB Kota Kupang tersebut disaksikan langsung oleh Wakil Wali Kota Kupang Hermanus Man serta Kepala Badan Kesatuan Bangsa Dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpol) Kota Kupang Nonce Nus Loa.

Ketua FKUB Kota Kupang, Pdt. Drs. Rio Fanggidae mengungkapkan, FKUB Kota Kupang dengan ini menyakan sikap. 1, mengecam dengan keras segala bentuk ceramah / dakwah / khotbah yang mempersoaalkan dan melakukan penistaan agama terhadap agama dan simbol – simbol keagamaan dari dari umat beragama lain di indonesia. 2, menghimbau seluruh masyarakat agar tetap tenang dan menjaga harmonisasi dan keserasian hubungan kehidupan bersama, serta tidak terprovokasi oleh berbagai pemberitaan media masa maupun media online yang berpotensi merusak kerukunan hidup umat beragama di Kota Kupang, 3. Menyerahkan sepenuhnya penaganan personal ini kepada pihak yang berwajib untuk diproses sesuai dengan dengan hukum dan peraturan perUndang – Undangan yang berlaku, 4. Menghimbau kepada seluruh masyarakat agar cerdas dan bijak mengunakan Medsos sehingga tidak memperkeruh dan meruncing suasana yang dapat mengadu domba masyarakat, 5. Meminta pekada semua pimpinan umat beragama memahami dengan benar dogma dan aqidah keagamaannya dengan mengutamakan kasih, toleransi dan kerukunan agar dapat menuntut umatnya untuk mewujudkan kehidupan bersama berdasarkan nilai – nilai pancasila, memperkokoh rasa kebangsaan dan cinta tanah air demi persatuan dan kesatuan bangsa. “Peryataan sikap ini dibuat pada, Selasa 20 Agustus 2019 di Tempat Pengajian Al – Qurqn (TPA) Masjid Al – Taqwa Naikoten I Kota Kupang,” ungkap Pdt. Rio.

Sementara itu pada kesempatan tersebut Wakil Wali Kota Kupang Hermanus Man mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang sangat merespon dengan baik atas peryataan sikap yang dilakukan oleh FKUB Kota Kupang, kerena peryataan sikap FKUB Kota Kupang ini ketika dilihat dari aspek kebangsaan untuk mengutamakan megedepankan persatuan dan kesatuan babgsa. “Kita menjunjung tinggi persetuan dan kesatuan. Dan saya kira sikap FKUB ini adalah sikap yang nasionalis sehingga sebagai warga Negara Kasatuan Republik Indonesia (NKRI) kita perlu mempertahankan,” ungkapnya.

Selain itu, pinta dia dari aspek agama kristiani itu semangat mengampuni itu penting. “Untuk memaafkan itu saya kira nilai – nilai universal yang perlu kita tojolkan, “kata Hermanus Man.

Dia menghimbau agar seluruh masyarakat Kota Kupang baik non muslim maupun muslim  mari kita bersama – sama menjaga persatuan dan kesatuan. “Toleransi di Kota Kupang mengedepankan tidak terjadinya diskriminasi apapun,” pinta Hermanus Man.

Dia juga berterimakasih kepada FKUB Kota Kupang yang sudah terlebih dahulu mengantisipasi dalam persoalan ini sehingga masyarakat bisa lebih tenang. “Masyarakat mengunakan Medsos harus dimanfaatkan secara bijak untuk tidak memperuncing situasi,” ujar Hermanus Man. (*hayer)