Gugatan Arnoldus Payong Terhadap PHK BRI Larantuka Siap Disidangkan


Zonalinenews.Com, Larantuka- Persoalan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang dikeluarkan Pimpinan PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Kantor Cabang Larantuka kepada karyawan Arnoldus Christianus Payong dengan Surat Keputusan Nomor:  21/KC-XI/SDM/04/2019, kini siap disidangkan di Pengadilan Negeri Kupang pada 22 Agustus 2019 mendatang.

“Persoalannya, sudah kami daftarkan di Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Kupang,” ujar Stefanus Matutina selaku Kuasa Hukum Arnoldus Cristianus Payong,kepada Zonalinenews.Com melalui seluler.

Ia menilai Pemutusan Hubungan Kerja tersebut, merupakan perbuatan sewenang-wenang dan dikategorikan sebagai perbuatan yang mencederai hakekat dan tujuan mulia dari Undang-undang Nomor: 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan.

Sebelum melakukan gugatan pihaknya terlebih dahulu telah melaporkan persoalan ini kepada Kantor Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Flores Timur melalui Mediator Hubungan Industrial 13 Mei 2019.

Hasil risalah tersebut meyimpulkan bahwa Surat Pengangkatan dan Surat PHK terhadap Payong yang dilakukan Pimpinan PT BRI Kantor Cabang Larantuka-Flores Timur Nusa Tenggara Timur adalah merupakan prosedur yang salah. Semestinya SK. PHK dibuat dan ditandatangani oleh Pimpinan PT. BRI Kantor Wilayah Denpasar. 

Selain hal di atas, SK tersebut juga tidak tertera Cap sebagai legalitas hukum sehingga konsekwensinya batal demi hukum.

Dalam gugatan yang copyannya diterima Zonalinenews.Com, Matutina juga mengemukan beberapa alasan mendasar. Sehingga meminta kepada Hakim agar menerima dan mengabulkan gugatan pengggugat untuk seluruhnya, menyatakan sebagai hukum bahwa sampai dengan saat ini, Penggugat masih terikat hubungan kerja dengan PT.  BRI  Cabang Larantuka, Menyatakan tidak sah atau batal demi hukum tentang Tentang Pemutusan Hubungan Kerja Karena Pekerja Mangkir, Mengghukum Tergugat untuk mencabut kembali SK. PHK  dan menerima Penggugat untuk kembali bekerja, Menghukum Tergugat membayar kembali gaji Penggugat dan tunjangan-tunjangan lainnya sebagai Karyawan BRI terhitung sejak April 2019, Menghukum tergugat atau siapa saja untuk tunduk dan taat kepada isi putusan perkara, serta Menghukum Tergugat untuk membayar segala biaya yang timbul sehubungan dengan perkara ini. 

Hal tersebut dibenarkan Simon Payong ayah Arnoldus.

“Kuasa Hukum anak saya sudah mendaftarkan di Pengadila Negeri Kupang. Dalam waktu dekat akan disidangkan. Kita tunggu saja” cetus Simon. 

Simon berharap, apa yang dialami anaknya akan menjadi pemebelajaran semua pihak.

“Apa yang menimpa anak saya saya, jadi pelajaran semua pihak” tutupnya. (*tim/red).