Hendrikus Lity: Program Desa Harus Bersinergi dengan Program Pemerintah Daerah, Provinsi dan Pusat


Zonalinenews-Borong ,- Program Desa harus bersinergi dengan program pemerintah yang berada diatasnya. Hal ini disampaikan oleh Hendrikus Lity saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa,(Musrenbangdes) tahun 2020 di Desa Teno Mese, Kecamatan Elar Selatan,(Elsel), Kabupaten Manggarai Timur,(Matim), Flores-Nusa Tenggara Timur,(NTT).

Menurut Pria berdarah Ngada itu, didalam perencanaan pembangunan Desa, yang diharapkan adalah Program Desa harus bersinergi dengan program Pemerintah diatasnya seperti, Pemerintah Kabupaten, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah pusat.

“Semua Program Desa jika direncanakan dengan bagus, maka hasilnya pasti akan bagus pula,”ujarnya.

Dia menambahkan, Sesuai dengan intruksi Presiden kita Bapak Joko Widodo, bahwa untuk Dana Desa tahun 2019 ini yang diprioritaskan lebih kepada pembembangan Sumber Daya Manusia,(SDM). Sebab, hal tersebut merupakan bagian dari Visi dan Misi Presiden kita.

“Kalau pada tahun sebelumnya Dana Desa diprioritaskan pada pembangunan sarana dan prasarana”, kata Hendrikus selaku Pendamping Desa Tingkat Kecamatan Elar Selatan itu.

Diakuinya, lanjut Hendrikus, ada surat edaran dari Gubernur NTT yaituh Penanganan Stunting. Diharapkan Desa bisa memikirkan soal masalah Stunting ini.

“Selain Stunting, pembangunan Rumah Layak Huni minimal 10 Unit setiap Desa”, tutupnya.

Sementara itu, Kepala Desa,(Kades) Teno Mese, Maximus Kodong mengatakan, rapat kita hari ini adalah merencanakan pembangunan Desa tahun 2020. Musyawarah Dusun,(Musdus) sudah dilakukan ditingkat Dusun. Sehingga dalam forum Musrenbangdes ini bisa menyampaikan usulan programnya dari tiap-tiap Dusun yang ada di Desa Teno Mese.

“Untuk itu, mari kita sama-sama menjaga forum rapat yang kita jalani saat ini menggunakan tatacara yang baik,”ajaknya.

Dikatakannya, lanjut Maximus, Musrenbangdes kali ini sungguh luar biasa, dimana kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bapak Camat Elar Selatan, Stephanus Lamar.

Diakui Maximus, kemarin dalam forum musyawarah masyarakat Desa bidang pendidikan di Teno Mese masih bahas tentang masalah Stunting.

Masih kata Maximus, Terus terang, Desa Teno Mese waktu Rapat kemarin di Kabupaten yang kebetulan saya sendiri hadir dan Kepala Puskesmas Mamba hadir bahwa, Elar Selatan menyumbang Stunting urutan kedua setelah kecamatan Rana Mese.

“Sedangkan Desa Tebo mese mendapat peringkat pertama masalah Stunting diwilayah Kecamatan Elar Selatan”, tambahnya lagi.

Dia menambahkan, setelah kita berkonsultasi di Dinas Kesehatan, bahwa data soal masalah Stunting tersebut tidak otomatis. Masalah Stunting di Desa Teno Mese berkisar pada angka 100. Dan angka ini belum pasti, sebab ada kendala lain seperti sarana dan prasarana.

Hal serupa disampaikan oleh Camat Elar Selatan, Stephanus Lamar.

Menurutnya, forum ini sangat penting dan masyarakat yang hadir dalam forum ini merupakan perwakilan dari masyarakat Teno Mese pada umumnya.

“Kami hadir untuk melihat dan menyaksikan terkait kegiatan Musrenbangdes ini sekaligus ikut mengawasi hasil dari apa yang kita rencanakan bersama dalam forum ini kedepan”, ujarnya.

Dia menambahkan, mau Desa ini baik sangat tergantung pada Masyarakat Desanya. Mencintai diri sendiri, mencintai wilayah sendiri, maka buatlah yang terbaik.

“Yang baik itulah yang dibutuhkan oleh Pemerintah”, tutupnya.

Dalam salinan berita acara hasil Musrenbangdes tahun 2020 Desa Teno Mese yang diterima media ini, beberapa program Prioritas Desa tahun 2020 diantaranya:

Pertama, pembangunan Jalan Lapen sepanjang 1 km. Kedua, Pembangunan 3 unit Posyandu (Kajan, Nancur dan Riton)
Ketiga, Lanjutan Telford. Keempat, Penanggulangan Stunting. Kelima, pembangunan 10 unit Rumah layak huni.
Keenam, penyertaan Modal Badan Usaha Milik Desa,(BUMDES). Ketujuh, Program Kartu Desa Sehat.

Untuk diketahui, kegiatan ini berlangsung pada Rabu, 14.Agustus 2019 di Kantor Desa Teno Mese. Kegiatan ini berlangsung aman dan lancar.(*Engkos Pahing)