Komodo Cup Perekat Persaudaraan Orang Manggarai di Makassar


ZONALINENEWS-MAKASSAR;- Merekatkan persaudaraan sesama orang Manggarai NTT di Kota Metropolitan Makassar maka digelar kegiatan tahunan Turnamen Komodo Cup  mulai berputar sejak 2000.

Demikian ditegaskan Wakil Ketua Kerukunan Keluarga Besar NTT di Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. Arda Senaman, M.Si kepada media, Sabtu 24 Agustus 2019.

Dijelaskan, lewat turnamen itu terjalin komunikasi dan memperkut ikatan kekeluargaan dengan datang beramai-ramai ke lapangan sepak bola yang dipusatkan di Lapangan TNI Armed Makassar.

“Jadwal pertandingan setiap hari Minggu, sehingga memberi kesempatan kepada warga Manggarai datang menonton di lapangan sekaligus mencari hiburan dan rekreasi, “tegas pria kelahiran Manggarai  ini.

Turnamen Komodo Cup ke-16 tahun 2019 diikuti 36 tim yang merupakan utusan dari 38 kecamatan yan ada di Kabupaten Manggarai, Kabupaten Manggarai Barat dan Kabupaten Manggarai Timur.

Pada setiap kali turnamen seringkali ada satu kecamatan mengirim 7 tim. Para  pemain bola itu dominan adalah mahasiswa atau anak-anak orang Manggarai yang sudah lahir di Makassar, tegas Arda yang juga Ketua Komisi Disiplin Komodo Cup sejak 2007 ini.

Selama berlangsung turnamen, lapangan sangat ramai karena berdatangan supporter dari asal kecamatan memberi semangat kepada tim yang sedang berlaga.

Seringkali kalau sesama supporter saling menjagokan tim dan kadang juga saling mengejek sehingga terjadi perkelahian, tetapi biasanya hanya sampai di dalam lapangan, setelah bubar pertandingan kembali bersaudara dan konflik dilupakan, kata Rektor Universitas Satria Makassar pada masanya.

Turnamen tahun 2018, peserta sebanyak 39 tim dengan pemenang juara satu adalah Persatuan Sepakbola Cibal Raya. Selama tiga tahun PS Cibal Raya menjuarai turnamen selama tiga tahun berturut-turut, tegas penasehat Ikatan Keluarga Muslim Manggarai Barat (IKM Magrib)

Salah satu tradisi yang juga sering dilakukan Orang Manggarai di Makassar adalah membantu bagi yang membutuhkan dengan kegiatan kumpul kope, tegas Dosen Ilmu Sosiologi Fisip Unismuh Makassar ini. (*Yahya)