Masyarakat Keluhkan Pelayanan di Puskesmas Iteng


Zonalinenews.com-Ruteng;- Kerap kali pasien yang dilarikan ke puskesmas Iteng mengeluh karena lambatnya tindakan medis. Keluhan ini hampir terjadi pada pasien yang dirawat di puskesmas ini.

Dalam keadaan menjerit kesakitan, pasien harus menunggu berjam-jam untuk mendapatkan tindakan medis. Beragam amarah pun muncul secara spontan dari keluarga pasien.

“Ibu saya tiga hari yang lalu dibawa ke puskesmas Iteng. Waktu itu saya sempat marah karena belum ada tindakan apa-apa dari perawat. Sementara ibu saya sekarat dan berjam-jam menunggu. Saya tidak tahu kalau memasang infus tunggu perintah dokter dulu”. Kisah Stefanus Beang (keluarga pasien).

Lanjut Stefanus, perawatnya bilang, kami konsultasi ke dokter dulu, baru kami ambil tindakan. Lalu saya bertanya sama perawatnya, memangnya dokter tinggal di mana bu? Perawatnya bilang, puskesmas Iteng tidak ada dokter, kita hanya pinjam dokter dari puskesmas ponggeok.

” Setelah kejadian itu, keluarga meminta untuk merujuk ibu saya ke RSUD Ruteng”.

Nasib yang sama juga dialami oleh keluarga bapak Agustinus Tuju. Ibunya meninggal di puskesmas Iteng, Minggu, 28 Juli 2019 lalu. Keluarga korban sempat mengadu ke camat satarmese, lantaran lambatnnya tindakan medis menangani pasien.

Tidak hanya pasien, tenaga medis juga akhir-akhir ini mengeluh.

“Selama ini kami selalu disalahkan, karena tindakan kami, yang kadang terlambat. Kami tetap patuh pada aturan, di mana setiap tindakan wajib atau selalu konsultasi dengan dokter. Hanya sayangnya puskesmas Iteng tidak ada dokter tetap. Selama ini kami konsultasinya dengan dokter yang bertugas di puskesmas Ponggeok. Kalau respon dokternya lama maka kami ambil tindakannya juga lama. Jadi kami serba salah”. Tutur Mantri Aleks (Salah satu tenaga medis).

Dia berharap pemerintah Daerah melihat keadaan kami di sini. Kami sering mendapat cacian dari keluarga pasien karena situasi ini , bahkan kami diadu oleh keluarga pasien. Kirimkan kami dokter tetap, agar pelayanan kami kembali berjalan maksimal”.

Mendengar dan melihat situasi ini, Andy Johan, salah satu tokoh masyarakat yang peduli dengan keadaan ini turut berkomentar.

“Ini masalah serius, karena berulang kali terjadi di puskesmas Iteng. Saya sangat prihatin dengan situasi ini. Sebenarnya soalnya sederhana saja, puskesmas Iteng saat ini butuh dokter”. Tegas Andy.

Menurut Andy, penting juga camat, kepala desa, tokoh masyarakat dengan pihak puskesmas untuk duduk bersama, mencari solusi terkait dengan kebutuhan dokter ini, lalu sampaikan keluhan ini bersama-sama kepada Bupati.

Jika Pemda Manggrai masih juga tidak sikapi ini dengan serius, maka langkah terburuk adalah hentikan sementara aktivitas di puskesmas Iteng.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai, dr.Yulius Weng mengatakan bahwa memang di puskesmas iteng belum ada dokter.

Menurut Yulius selama ini yang dilakukan oleh Dinkes untuk mengatasi masalah di puskesmas iteng tersebut adalah menugaskan dokter dari puskesmas Narang dan Puskesmas ponggeok, masing-masing dua hari.

” Betul pak di puskesmas iteng belum ada dokter, yang dilakukan Dinkes kabupaten Manggarai selama ini adalah menugaskan dokter dari puskesmas Narang dan Puskesmas Ponggeok untuk bertugas di Puskesmas Iteng, Masing-masing dua hari,” Pungkasnya melalui pesan WhatsApp pada selasa siang, 6 Agustus 2019.

Menurut dr. Weng tidak ada dokter untuk ditempatkan di puskesmas iteng karena kurangnya Dokter.

“Dana untuk pembiayaan dokter sudah disiapkan tetapi sampai saat ini tidak ada dokter yang melamar,” pungkasnya. (*Engkos Pahing)