MENGGUGAH DAN TERGUGAH, CARA KELOMPOK PEDULI PENDIDIKAN MEMAKNAI HUT RI KE 74


Zonalinenews-Kupang,- Menyongsong kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. sebagai warga negara, beragam cara memaknai arti sebuah kemerdekaan.

Nampak Komunitas Ex FOTES FAMILY (Kx2F) dan IKATAN ALUMNI FKIP UNDANA KUPANG serta Kelompok Peduli dan Berbagi SMP Negeri 2 Kupang dengan cara berbagi kasih di SMPN SATAP BASMUTI Kecamatan Kuanfatu Kabupaten Timor Tengah Selatan, Sabtu 10 Agustus 2019.

Kehadiran kelompok dan diikutkannya anak didik dari SMPN 2 Kupang juga sekaligus sebagai proses untuk menumbuh kembangkan cinta kampung dan cinta adat serta budaya bagi generasi bangsa kedepan.

David Natun, seorang guru pada SMP Negeri 2 Kupang yang juga sebagai KETUA PEMUDA SINODE GMIT menuturkan bahwa, orang yang rajin membaca dia akan menguasai dunia.

David memberikan apresiasi bagi anak anak didik di Satap Basmuti yang masih mau belajar dan terus belajar dan mempertahankan budaya dengan Natoni dan tarian Ma’ekat.

” ini yang justru berbeda dengan anak anak di kota. Apalagi kunjungan mereka juga secara tidak sengaja memang bertepatan dengan bulan Agustus sebagai bulan dimana sebagai anak bangsa larut dalam memaknai arti sebuah kemerdekaan bangsa dengan beragam kegiatan,” tututrnya.

Lanjutnya para siswa disini untuk bisa sampai ke sekolah harus berjalan kaki sejauh 8 kilometer, tapi setiap hari mereka tepat waktu berada disekolah.

” kita di kota atau di Kupang, angkutan umum banyak dan jalan bagus tetapi masuk sekolah saja masih ada yang terlambat;” tegasnya.

Menurut David, diikutkannya anak didik dari SMPN2 Kupang agar anak anak bisa belajar dan melihat, bahwa ternyata banyak hal yang harus disyukuri sebagai anak bangsa yang hidup di kota.

” anak anak SMPN 2 Kupang juga tau bahwa mereka mesti peduli dan berbagi dengan sesama anak bangsa,” ucapnya.

Sementara Angki Amalo yang biasa disapa To’o Malole menyampaikan bahwa kehadiran ALUMNI FKIP UNDANA di SATAP Basmuti memang tidak secara resmi, namun bicara memajukan pendidikan dan mendorong tumbuh kembangnya anak anak bangsa tidak perlu resmi-resmilah.

Yang hadir dalam group peduli pendidikan ini juga tidak semuanya guru sehingga setiap saat saling komunikasi dan berbagi idea untuk membantu mendorong atau memotivasi semangat juang pendidikan dimana saja.

” di Basmuti adalah kegiatan yang ketiga di tempat yang berbeda beda,” tuturnya.

Apa apa saja yang dibawa oleh group Menurut Angki, adalah riil kebutuhan anak anak di Basmuti. karena sebelum ke Basmuti, sudah dilakukan survei kebutuhan sehingga yang dibawa walaupun sedikit namun membantu kebutuhan anak anak di SATAP Basnuti.

Lanjut Angki , buku buku yang dibawa terdiri dari berbagai macam buku yang disesuaikan dengan kurikulum K13.

” Baik dari Kx2F maupun Kelompok Berbagi Kasih Peduli dan Berbagi SMPN2 Kupang. Memvantu SMPN SATAP Basmuti dengan sejumlah buku, Bola, Catur dan lain lain bahkan juga jerigen lima literan untuk anak anak SATAP Basmuti,” ucapnya.

Turut hadir kepala desa Basmuti selaku Ketua Komite serta Wakil ketua komite dan orang tua anak didik pada jumpa bantuan peduli pebdidikan tersebut.

Kepala Sekolah SMPN SATAP Basmuti Ges Banunome menuturkan kalau di Desa Basmuti memang kendala terbesar adalah masah air, juga tingginya angka putus sekolah yang berdampak pada pernikahan dini masyarakat Basmuti.

Ges menyampaikan walaupun jarak sekolah yang jauh dengan jarak rumah anak didiknya, namun oleh dirinya bersama dewan guru dan komite SATAP Basmuti yang juga turut serta didukung oleh orang tua murid, berkomitmen untuk membentuk pola pembelajaran tau diri, tau karakter dan tau potensi diri serta lingkungan pada anak didiknya.

Sehingga kepada anak didik SATAP Basmuti, punya kemapuan tinggi untuk belajar menghargai waktu dengan tidak terlambat masuk sekolah walaupun jarak rumah jauh. Anak anak belajar menghargai waktu, menghargai dirinya untuk memulai mendisiolinkan diri sendiri untuk setiap saat tepat masuk sekolah dan waktu untuk dirinya.(*Elli)