Pedagang Pasar Tradisional Keluhkan Sepi Pembeli


Zonalinenews.com-Ruteng,- Pedagang di pasar tradisional Bealeba, Desa Nenu, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai-NTT Jumat 9 Agustus 2019 mengeluh kurangnya pembeli beberapa bulan terakhir ini.

Salah satu pedagang sayur, Yuventus Daut mengatakan sudah sekian bulan pengunjung pasar yang mendatangi pasar makin sepi. Bahkan dalam satu hari ini pengunjung cuman 3-5 orang.

“Sekarang sepi, orang yang mendatangi pasar hampir tidak ada setiap hari, makin hari makin sepi, orang belanja di pasar ini, ” keluh Aven Daut saat di datangi wartawan media.

Aven menjelaskan bahwa polemik pasar ini sudah lama semenjak pihaknya pindah dari pasar Pagal, Kelurahan Pagal, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai-NTT, jaraknya tidak jauh kurang libih 1 kilo meter dari pasar tradisional Bealeba.

Menurutnya, pelaku pasar pindah dari pasar pagal dengan dalil yang disampaikan oleh Camat Cibal, Lourensius Jelamat pada tanggal 6 Mei 2019, penertiban itu dilakukan untuk menjaga kebersihan lingkungan di sepanjang jalan Ruteng – Reo.

Sementara menurut Lorens, keberadaan pasar di Pagal sangat menganggu kebersihan karena banyaknya sampah dan sering menimbulkan bau menyengat limbah ikan.

Camat Cibal, Lorens Jeramat menerangkan penertiban itu dilakukan sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Manggarai Nomor 2 Tahun 2016 tentang Ketertiban Umum bahwa setiap orang berjualan dan atau berusaha di jalan, trotoar, jalur hijau dan tempat umum kecuali izin Bupati atau Pejabat yang ditunjuk.

Sebelum lakukan pembongkaran, pemerintah Kecamatan sudah membuat surat peringatan kepada para penjual di pasar Pagal sebanyak tiga kali, surat peringatan itu berdasarkan kesepakatan bersama antara pemerintah dengan para penjual.

Penertiban itu dilaksanakan oleh Pemerintah Kecamatan Cibal yang berkoordinasi dengan Polisi Pamong Praja Kabupaten Manggarai, Polsek Pagal dan Babinsa.

“Salah satunya alasan kebersihan, banyak masyarakat sekitar yang mengeluh karena bau limbah ikan yang sangat menyengat. Sebelumnya kami (Pemerintah Kecamatan) sudah lakukan pendekatan dan membuat kesepakatan untuk dipindahkan ke pasar Bealeba, ” pungkasnya saat ditemui media ini.

Akar Persoalan

Menurut Yuventus Daut beberapa pelaku pasar Bealeba yang justru kembali untuk berjualan di Pasar Pagal sehingga peristiwa ini menyebabkan kurangnya pembeli di pasar Bealeba.

Daut menjelaskan bahwa kejadian ini membuat pihaknya kesal dengan kebijakan pemerintah Kecamatan

” Ini pak terkait dengan pelaku pasar yang sudah kembali berjualan di pasar Pagal justru pemerintah Kecamatan membiarkan ini terjadi,” pungkasnya kepada media ini Jumat 9 agustus 2019.

Terkait dengan keluhan ini pihaknya sudah menyampaikan kepada Camat Cibal, namum sejauh ini pemerintah kecamatan belum ada tindakan.

Sementara itu pihak media ini berkali-kali menghubungi Camat Cibal melalui telepon seluler, tatapi belum bisa dikonfirmasi.( * Engkos Pahing)