Pemda Lembata Rencanakan Pengadaan Alat Cuci Darah


Zonalinenews.Com, Lembata Pemerintah Kabupaten Lembata terus berbenah dari waktu ke waktu. Bidang kesehatan merupakan salah satu yang  masuk dalam perencanaan serta perhatian serius disamping Infrastruktur serta Pariwisata maupun Usaha Kreatif Ekonomi Mikro.

Pengadaan alat Cuci Darah menjadi prioritas di tahun mendatang. 
Hal ini dikemukakan Bupati Yentji Sunur ketika memberikan sambutan pada HUT RI Ke 74.

Keprihatinan Sunur berawal dari meningkatnya sejumlah pasien gagal ginjal, dimana dari waktu ke waktu senantiasa di rujuk ke luar Lembata guna mendapat perawatan.

“Tahun 2020, kita rencanakan pengadaan alat cuci darah. Kasihan, angka pasien gagal ginjal terus meningkat dan terpaksa harus dirujuk ke luar lembata” Sebutnya prihatin.

Pasien yang dirujuk ke rumah sakit berbagai daerah tidak saja memberatkan pasien melainkan juga para keluarga.

“Tentunya ini sangat memberatkan. Tidak saja pasien tetapi juga para keluarga” tambahnya. 

Sehubungan dengan hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Lembata mengadakan alat tersebut di tahun mendatang. 

Cuci darah sendiri merupakan proses penyaringan zat racun dan sampah dari darah, di luar tubuh akibat menurunnya fungsi ginjal.

Setidaknya terdapat tiga alat dalam proses pencucian darah.
Mesin Dialisis, Dialiser (berupa tabung cuci darah) dan Selang Dialiser.

1. Mesin Dialisis.
    Penggunaan mesin dialiser 
    dibagi dua bagian 
    berdasarkan kondisi pasien 
    yakni mesin bagi pasien 
    normal dan infeksius.

2. Dialiser. 
     Merupakan tabung tempat 
     proses penyaringan darah 
     berlangsung.
     Terdapat dua jenis tabung.
     Single use (1 kali pemakaian
     dan Multiple use (8 kali).

3. Selang.
     Selang digunakan hanya 
     sekali. Lalu dibuang. 
(*tim/red).