Sepenggal Cerita Rahmat Si Perantau dari Lembata di Makassar


ZONALINENEWS-MAKASSAR,- Sosok perantau asal Lembata NTT ini, Rahmat menginjakkan kaki di Kota Metropolitan Makassar sejak 2013.

Pria kelahiran 1977 di Desa Dolu Kecamatan Omisuri Kabupaten Lembata ini, setiba di Makassar bekerja sebagai pembantu rumah tangga dengan merawat taman dan halaman rumah politisi Partai Golkar, dari H Andi Nurdin Halik.

Setahun bekerja di rumah tinggal Ketua Partai Golkar Sulsel ini, kemudian pindah jadi penjaga dan pengelola Pondok Permata Indah di Tanjung Bayang Kota Makassar

Kepada media, Selasa 27 Agustus 2019,
Rahmat katakan, amanah selaku pengelola resort di pantai itu, telah dijalani selama 5 tahun dengan melayani pengunjung pantai yang datang berwisata di pantai itu.

Menjalani kerja itu dengan sepenuh hati dan melakukan adaptasi dengan orang Bugis dan Makassar yang tinggal di lokasi itu.

Pemilik resort tempat bekerja juga milik orang Bugis, sehingga kepercayaan yang diberikan itu dijalankan dengan penuh tanggungjawab dan kejujuran, tegas alumni SDN Dolu Lembata ini.

Adaptasi dengan orang Bugis dan Makassar juga dilakukan dengan bersama-sama menjalankan ibadah salat Jumat dan ibadah lainnya.

Sebelum ke Makassar Rahmat pernah merantau ke Malaysia dan Pulau Batam dengan bekerja sebagai buruh bangunan dan pekerjaan lainnya.

Di perantauan Pulau Pinang Malaysia 1992-1997 kemudian ketemu isterinya orang Bandung yang juga sama-sama tenaga kerja.

Setelah berkeluarga kembali ke Lembata dan bekerja sebagai buruh dan berkebun sampai 2013 dan merantau lagi ke Makassar di tempat kerja saat ini.

Pernikahan dengan isterinya itu memberi 4 anak, tiga di titipkan sama neneknya di Dolu dan satu orang di Makassar.

Anak pertama kelas 3 SMA di Lembata dan dua anaknya di SMP Dolu dan bungsu murid TK di Tanjung Bayang Makassar. (yahya).