SMK Sura Dewa Larantuka Berhentikan 5 Orang Guru Diawal Tahun Pelajaran


Kepala Sekolah SMK Sura Dewa Achmad Taher

Zoanlinenews.Com, Larantuka- Sekolah Menengah Kejuran (SMK) Sura Dewa Larantuka Kabupaten Flores Timur Nusa Tenggara Timur secara resmi memberhentikan lima orang guru Mata Pelajaran terhitug sejak 18 Juli 2019.

Kelimanya diberhentikan hanya melalui lembaran Ucapan Terimakasih, berkopkan Yayasan Pendidikan dan Sosial Mahardika yang distempel dengan ditandatangani Ketua Yayasan Muhammad Kabir tanpa ada Surat Keputusan (SK) Yayasan seperti lasim digunakan.

Atas kejadian tersebut, Kadri Lewonamang kepada Zonalinenews.Com,  bersama ke empat rekannya Asri, Maria Fernandez, Siti Ningrat dan Findro menyatakan kekecewaan yang mendalam terhadap keputusan pihak Yayasan yang dinilai kurang manusiawi.

“Kami diangkat dengan SK, diberhentikan dengan lembaran ucapan terimakasih di awal tahun ajaran.
Ini hal yang sulit, kami sulit mendapatkan sekolah yang mau menerima kami. Kami sudah berusaha bolak-balik dari satu ke satu sekolah lainnya tapi rata-rata jawaban mereka sudah ada guru. Kasihan nasib kami. Ujar Kadri dengan ketus.

“Ini pembunuhan karkter” Timpal Asri kesal.

“Kalau Yayasan mau memberhentikan kami, seharusnya disampaikan jauh-jauh hari, sehingga kami bisa mencari  lembaga penddidikan lain. Sekarang kami mau bagaimana. Kasihan, kami sebagai pendidik nasibya terkatung-katung” Tambah Asri Ningrat diamini rekan lainnya.

Sementara alasan PHK terdpat dalam surat ucapan terimakasih,  adalah Analisis Kebutuhan Guru sehingga perlu dilakukan penyesuaian (pengurangan) jumlah dan jenis guru mata pelajaran bagi Kadri Cs adalah sangat kontras dengan hasil dalam pertemuan Dinas Tenaga Kerja, Yayasan serta para guru yang di PHK.

“Alasan dalam ucapan terimakasih kurang pas. Soalnya, dalam mediasi antara  Dinas Tenaga Kerja, pihak Yayasan dan kami tentang hak-hak tenaga kerja,  Yayasan beralasan pemberhentian kami karena kurangnya siswa sehingga tidak mampu membayar tenaga guru. Buktinya pesangon kami tidak bisa dibayar Yayasan sesuai aturan melainkan sesuai hasil mediasi. Tetapi itupun kami belum dibayar karena berbagai alasan ikutan yang sebelumnya tidak terdapat dalam kesepakatan” Beber Asri.

Hal yang paling menyakitkan, ketika mereka diberhentikan Yayasan malah menerima tenaga baru.

Kendati demikian, sebagai pendidik Kadri secara terus terang mengaku masih mencintai anak didiknya. Sehingga ia berharap pihak Yayasan bisa menyelesaikan persoalan tersebut dengan baik

“Saya ingat dan sayang dengan mantan anak didik. Saya tidak mau persoalan kami dengan Yayasan mengorbankan mereka (anak sekolah)”  Sebutnya bijak.

Kepala Sekolah SMK Sura Dewa Achmad Taher ketika dikonfirmasi, tidak bersedia memberi memberi tanggapan lebih jauh. 

“Maaf, saya tidak bisa berkomentar. Ini wewenang, Yayasan. Silahkan menghubungi Ketua Yayasan” Sebutnya.

Ketua Yayasan Muhammad Kabir, ketika dihubungi belum merespon.

Untuk diketahui, Kadri Cs merupakan tenaga pengajar yang diangkat berdasarkan SK Yayasan. Rata-rata telah mengabdikan diri selama hampit 10 tahun sejak hadirny  SMK Sura Dewa. (*tim/red)



TAG