49 Anak Ikut Khitanan Masal di Dulolong


Zonalinenews – Dulolong,- Sebanyak 49 anak mengikuti khitanan masal di Desa Dulolong Kecamatan Alor Barat Laut (Abal) Kabupaten Alor, Rabu, 4 September 2019 pagi.

Acara ini merupakan kerjasama antara Yayasan Sosial Pendidikan dan Dakwah Al Hikmah dengan Bagian Administrasi Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Kabupaten Alor.

Bupati Alor Drs. Amon Djobo dalam sambutannya mengatakan, khitanan masal merupakan acara keagamaan yang bermanfaat sebagai upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Untuk itu kerjasama, kebersamaan dibidang keagamaan harus tetap ditingkatkan dan dijaga dan tidak boleh berhenti disini saja. Tahun-tahun mendatang kita terus lakukan,” kata Amon.

Dirinya berharap kepada seluruh orang tua untuk memperhatikan dan menjaga yang anak yang telah dikhitan hari ini.

“Anak-Anak ini merupakan aset yang kelak mereka punya harga dan nilai di daerah ini,” ujarnya.

Senada juga disampaikan Ketua DPRD sementara Walter Datemoli yang menyampaikan pihaknya akan selalu mendukung program pemerintah disemua bidang termasuk bidang keagamaan.

“Selain khitanan masal, ada ibadah umroh serta program ziarah rohani. Dan kami mendukung itu,” ucap Walter.

Politisi PDI Perjuangan ini pun tidak lupa menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh orang tua yang telah memberikan anaknya untuk dikhitan.

“Ini merupakan salah satu bentuk komitmen orang tua dalam menyiapkan anak sejak dini. Kita harus bersama-sama membangun karakter anak dari sekarang untuk masa depan mereka kelak,” sambungnya.

Sementara Camat Alor Barat Laut Debrina Lelang dalam sapaannya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya akan niat tulus dari Yayasan Al Hikmah dan Pemerintah daerah.

“Paling tidak, dengan khitanan masal ini sudah dapat membantu masyarakat saya baik dari sisi keagamaan dan ekonomi. Kami berharap kedepannya, kegiatan semacam ini maupun lainnya terus dilakukan di wilayah Abal” Camat Debrina Lelang.

Dikesempatan terpisah, Ketua Yayasan Al Hikmah Rahman Djap kepada media berharap agar perlu ada tindak lanjut dari kegiatan keagamaan seperti ini.

“Harus ada evaluasi setiap stakeholder agar kedepan acara-acara keagamaan seperti ini dan lainnya lebih baik lagi,” pungkasnya (*Pepenk)