Ayo Ke Flotim, Intip Ritus Mengusir Hama Tikus Keunikan Asli Adonara


Zonalinenews.Com, Larantuka-Festival Lamaholot 2019 yang diprakarsai Dina Kebudayaan Dan Pariwisata Kabupaten Flores Timur tidak saja bertujuan menarik minat wisatawan melainkan juga menghidupkan kembali berbagai keanekaragaman Seni dan Budaya yang mungkin saja udah terlupakan.

Dari sekian banyak keunikan ragam budaya yang ada salah satunya menjadi tidak terlupakan adalah Adonara. 

Terdapat di Kabupaten Flores Timur. Pulau ini juga dikenal dengan sebutan Nusa Tadon. Dengan topografi lembah dan perbukitan, sudah tentu menyimpan berbagai ragam keindahan alam  yang masih sangat asri dan terawat dengan amat baik sehingga layak dikunjungi para wisatawan. 
Sebut saja pantai Meko, pantai Ina Burak serta danau Kota Kayo adalah magnet bagi wisatawan.

Selain memiliki hamparan pantai serta danau, Adonarapun menyimpan ragam Seni dan Kebudayaan warisan leluhur serta berbagai ritus jaman dahulu yang belum banyak diketahui publik.
Yuk intip keaneragaman Seni dan budaya serta ritus apa saja perlu kita ketahui

1. Ritus Dobeng Krome.

Tikus merupakan hewan yang cukup mengganggu aktifitas manusia. Binatang ini, kerap kita temukan baik di lingkungan sekitar maupun di kebun sebagai penyebar bibit penyakit dan hama pengganggu tanaman pertanian. Nah, di Adonara untuk mengusir atau memusnahkanya terbilang unik. Tidak membutuhkan  alat modern seperti perangkap, lem tikus ataupun mengusir seperti pada umumnya melainkan cukup dilakukan Ritus Dobeng Krome yakni ritus menghantar binatang pengerat tadi kembali ke sarangnya. Keren kan….

2. Tarian Hedung
Tarian Hedung atau dikenal juga dengan sebutan tarian perang. Tarian ini lasimnya diperagakan para pria dengan parang terhunus serta lembing yang mengarah ke musuh diiringi bunyi-bunyian gong serta gendang hingga membangkitkan spirit kebersamaan. 
Jaman  dahulu, Hedung diperagakan untuk meyambut para ksatria yang kembali dari medan perang. Saat sekarang tarian ini bisa kita jumpai dala seremonial penjemputan para tamu. 

3. Soleh Oha.
Tentu kita semua mengetahui berbagai nama tariandi NTT dan mungkin saja tidak asing lagi bagi kita seperti Gawi, Ja’i, Pado’a serts Caci dan masih banyak lagi. 
Tetapi tidak untuk tarian yang satu ini. Adalah Soleh Oha. Tarian ini punya kekhasan tersendiri. Biasanya dibawakan sekelompok orang baik pria maupun wanita membentuk lingkaran sambil melantunkan syair yang menceritakan kisah kisah tertentu. 
Dalam moment tertentu, Sole Oha bisa berlangsung semalaman. 

4. Atraksi Tenun Para Pelajar
Tidak saja terdapat beberapa keunikan ritus maupun seni, pada Festival Lamaholot 2019 juga ditampilkan atraksi menenun. Aksi unjuk kebolehan ini, akan diperlihatkan 75 orang pelajar SD. Tenun masal ini sendiri nantinya digelar di pantai Ina Burak.

Selain itu, juga terdapat berbagai rangkaian budaya yang teramat sayang untuk dilewatkan. Kita masih bisa menyaksikan silat dan tinju massal, ketangkasan menggunakan berbagai alat perang, serta tarik tambang tradisional dan diakhiri penampilan teater. 

Festival di Adonara bakal berlangsung selama dua hari berturut-turut 14-15 September 2019.

Kesemuanya tentu saja menggambarkan tentang
kehidupan asli masyarakat Adonara. 

Ayo, mari ke Festival Lamaholot 2019. (*tim)