Hakim PN Ruteng Tolak Permohonan Praperadilan Marsel Ahang


Zonalinenews.com, Ruteng- Hakim Pengadilan Negeri (PN) Ruteng Menolak permohonan Prapradilan Marsel Ahang.

Sidang Praperadilan kasus penghinaan dan pencemaran nama baik yang melibat Marsel Nagus Ahang (Pemohon) dan Polres Manggarai (Termohon) telah diputuskan hari ini, Rabu 04 September 2019.

Putusan tersebut dilakukan oleh Hakim Tunggal Charni W. R. Mana di Pengadilan Negeri Ruteng.

Dalam putusannya, Hakim Charmi membaca dasar pertimbangan selama hampir 1 jam lebih dan akan memutuskan menolak permohonan dari pemohon untuk seluruhnya.

“Hakim memutuskan, menolak permohonan dari pemohon untuk seluruhnya, “ungkap hakim Charmi sambil mengetuk palu.

Menanggapi proses persidangan Aloysius Salama ketika dimintai komentarnya menerangkan pihaknya menanti proses selanjutnya.

“Prapradilan ini kan hanya menggugat soal prosedur penetapan client kami sebagai tersangka oleh pihak kepolisian, oleh karena itu kami menanti kelanjutan dari khasus ini,” Pungkasnya kepada media ini saat ditemuai di ruangan persidangan.

Lebih lanjut Pengacara Louys menjelaskan bahwa terkait dengan persoalan terbukti dan tidaknya clien kaminya, nanti itu diputuskan pada perkara pokok.

“Soal terbukti atau tidak nanti itu akan diputuskan pada perkara pokok,” jelas pengacara tersebut.

Ketika media ini menanyakan soal penilaiannya terhadap keputusan Hakim, Aloysius menjelaskan bahwa dirinya sebagai penasihat Hukum tidak mau menilai terlalu jauh, namun dirinya mengatakan itu berdiri diatas pertimbangam Hukum sesuai KUHP sebagaimana yang telah dibacakan Hakim dalam putusannya.

Sementara itu dikonfirmasi terpisah Marsel Nagus Ahang selaku pemohon mengaku, dirinya menerima keputusan itu dengan baik.

” Saya menghargai putusan tersebut, apapun resikonya saya tetap terima dan siap menjalankan,” Pungkasnya kepada media ini saat ditemukan usai persidangan.

Lebih lanjud Ahang menjelaskan bahwa kasus yang dialaminya merupakan bukti kepemimpinan yang alergi atau anti kritik.

“Kasus yang saya alami ini merupakan bukti kepemimpinan yang anti dan alergi dengan kritik,” pungkasnya.

Ketika media ini menanyakan tentang peluang untuk berdamai, Ahang dengan tegas mengatakan dirinya tidak mau berdamai.

“Kalaupun nanti ada ruang untuk berdamai, saya dengan tegas mengatakan, saya tidak mau berdamai, saya terima resiko apapun yang saya alami setelah proses ini,” Jawabnya dengan tegas.(*Engkos Pahing)