Kemenpar Gelar Bimtek Sinkronisasi Promosi Pariwisata Pasar Asia dan Afrika


Zonalinrnews-Kupang,’ Kementrian Pariwisata Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II melalui Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran II Regional III menggelar bimbingan teknis bertajuk sinkronisasi promosi pariwisata pangsa pasar Asia Selatan, Asia Tengah, Timur Tengah dan Afrika di Hotel Aston, Kamis,12 Seotember 2019.

Bimtek yang melibatkan akademisi, tokoh masyarakat, komunitas, pemerintah, pelaku pariwisata (Asita, PHRI, HPI) dan Media bertujuan untuk mendukung pencapaian target kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia.

“Untuk mendatangkan wisman ke tanah air ini banyak kendala, termasuk pemahaman mitra tentang kegiatan promosi luar negeri yang harus diselaraskan,” ujar Analis kebijakan madya dan sekretaris Deputi Bidang pengembangan Pemasaran II Kemenpar, Zoraida Ibrahim.

“Belum punya perspektif yang sama, terhadap promosi ke pasar Asia Selatan, Asia Tengah, Timur Tengah dan Afrika. ini. Masing-masing mitra berjalan dengan program terpisah. Kondisi tersebut mendorong dilaksanakannya kegiatan Bimtek mengenai sinkronisasi antar lembaga ini,” lanjut Zoraida.

Dalam Bimtek kali ini, lanjut zoraida, dimaksudkan untuk memberikan perspektif dan arah yang sama tentang program promosi Pariwisata di Asia Selatan, Asia Tengah, Timur Tengah dan Afrika . Selain itu juga untuk memahami potensi destinasi-destinasi wisata di Nusa Tenggara Timur khususnya kota Kupang bagi pangsa pasar Asia dan Afrika.

“Ini juga penting untuk memahami mekanisme promosi pariwisata Indonesia melalui sosial media, meningkatkan efektivitas partisipasi Dinas Pariwisata pada penyelenggaraan event di Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II dan memahami pengembangan destinasi dan atraksi yang layak jual di pasar Asia Selatan, Asia Tengah,Timur Tengah dan Afrika ,” terang Zoraida.

Senada dengan Zoraida, anggota DPR RI Komisi X, Anita Yakoba Gah, yang hadir sekaligus membuka kegiatan dimaksud mengaku terus mendukung kebijakan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi juga daerah dalam pengembangan pariwisata di Nusa Tenggara Timur melalui regulasi yang ada.

“Sebagai anggota DPR RI, saya turut mendukung dan berwewenang terhadap pembuatan regulasi atau UU no 10 tahun 2009 tentang Kepariwisataan. Pula menentukan anggaran di pusat untuk mendukung pengembangan pariwisata sebagai sektor unggulan,” jelas Anita.

Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT, Alfonsius Ara Kian, S.Fil menambahkan, materi Bimtek yang diberikan saat ini yakni kebijakan pembangunan pariwisata di provinsi NTT dipandang perlu mengingat NTT memiliki kekayaan alam dan budaya yang luar biasa.

” NTT memiliki 1.185 destinasi wisata yang terbagi dalam wisata alam, budaya dan minat khusus. Sinkronisasi promosi pariwisata NTT telah dilakukan minimal lintas sektor dan instansi. Contohnya, even atau festival diakukan lebih dari dua hari. Ada juga sarasehan dan seminar dengan melibatkan peserta dari berbagai latar belakang yang mendukung pengembangan pariwisata sebagai sarana edukasi untuk meningkatkan pemahaman destinasi dan atraksi yang layak dijual di pasar Asia dan Afrika,”imbuhnya.

Pantauan media, peserta mencapai 100 orang yang datang dari instansi berbeda dan terlihat sangat antusias mengikuti bimtek dimaksud, terlebih lagi saat sesi diskusi dan tanya jawab. Hal ini menandakan bahwa telah banyak putera daerah yang peduli akan pengembangan pariwisata di daerahnya yakni NTT tercinta ini.

Bimtek ditutup dengan foto bersama para nara sumber dan seluruh peserta.(* YS)