KOMPAK Gelar Workshop Panggilan Menolong Bumi


Foto ; KOMPAK KOMPAK Gelar Kegiatan Workshop Panggilan Menolong Bumi


ZONALINENEWS.COM – KUPANG, Komunitas Peace Maker Kupang (KOMPAK) gelar Workshop Panmggilan Menolong Bumi pada jumkat 13 Sempember 2019 di Aula rumah Jabatan (Rujab) Wali Kota Kupang.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wali Kota Kupang Jefry Riwu Kore, Kepala Dinas lingkungan Hidup Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kepala Dinas Lingkungan Hidup Dan Keberssihan Kota Kupang, Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) NTT dan Komunitas Tuli Kota Kupang.

Rai Mila Pemateri dari KOMPAK pada kegitan tersebut dia mengatakan, We have 12 years to limit climate chage catastrophe, warrns UN . – The Guardion, 8 oktober 2018 (Watt 2018). Judul yang agak bombastis itu seketika menkjadi viral pada tahun 2018. Bilqa diterjemahkan bebas, kitra – kira artinya “Peringatan PBB, kita kita Cuma punya 12 tahun untuk membatasi bencana akibat perubahan iklim”, dengan implikasi bahwa tahun 2030 adalah sebuah deadline kerasa untuk menyelamatkan bumi dari bencana. Menurutnya, waktu kita tainggal 11 tahun lagi. “ Krisis iklim ini adalah keadaan darura, dan semua pihak mesti terlibat dan bertindak sebagaimana mestinya demi keadilan iklim untuk semua,” kata Rai.

Planet kita, lanjutnya yang semakin panas telah memakan jutaan korban. “Kalau kita tidak segera bertindak untuk menghasilkan peralihan yang adil dan cepat, maka ketidakadilan krisis iklim ini akan semakin parah,” ujar Rai.

Dia menjelaskan, bulan September ini, jutaan orang akan keluar dari rumah dan tempat kerja mereka untuk bergabung dengan kaum muda di jalan – jalan demi #JedaUntukIklim yang menuntut diakhirinya era energy dan aksi mendesak untuk menghindari terjadinya bencana iklim. “Kondisi yang demikian mendorong KOMPAK sebagai komunitas orang muda lintas agama untuk turut bersama dengan semua orang muda dari seluruh dunia menyuarakan keadilan iklim lewat aksi #JedaUntukIklim, yang dimulai pada 20 September, 3 hari sebelum konfrensi iklim darurat PBB, dan dilanjutkan hingga 27 September 2019,” kata Rai.

Dia juga menambahkan, dalam rangka gerakan bersama #JedahUntukIklim pada 20 – 27 September ini, komunutas orang muda lintas agama ingin beberapa kegiatan bersama dengan orang muda kota Kupang dan jejaring yang diharapkan juga turut menyumbang menciptakan keadilan iklim. “Kegiatan ini menjadi bagian yang tak terpisahkan untuk menghadirkan narasi positif bagi masyarakat umum dan sosial media tentang orang muda melawan ketidakadilan iklim dan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menciptakan solusi krisis iklim yang berpotensi pada keadilan dan kesetaraan. Kegiatan ini juga sebagai bentuk advokasi orang muda terhadap pemerintah untuk menjamin pembangunan Kota Kupang yang berwawasan lingkungan. Hal yang senada dengan misi Kupang Hijau yakni mempersiapkan Kota Kupang menuju metropolitan yang berwawasan lingkungan,” jelas Rai. (*hayer)