Layak Ditiru, Metode Bupati Flotim Padamkam Api, Berhasil Minimalisir Karhutla Ile Mandiri


Zonallinenews.Com, Larantuka Memasuki hari ke 4 karhutla di kawasan hutan lindung Gunung Ile Mandiri kabupaten Flores Timur mulai mereda. 

Dari 6 titik api menurun hingga 1 titik  yakni di kelurahan Postoh dan Amagarapati Kecamatan Larantuka.

Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari reaksi cepat serta metode penanganan yang tepat dari Bupati Flores Timur Antonius Hubertus Gege Hadjon

“Saat tahu terjadi kebakarana, saya langsung  pimpin apel gelar pasukan pemadam kebakaran” jelas Bupati Anton kepada Wartawan di ruang kerjanya, Rabu 18 September 2019

Medan yang sulit, serta hembusan angin kencang menjadi kendala utama sehingga perlu penanganan yang tepat.

“Lokasinya di gunung. Terjal dan curam ditambah hembusan angin kencang, pasti sangat sulit. Metode yang tepat adalah dengan membuat jalur api” bebernya

Dampak kebakaran tentu sangat membahayakan keseleamatan masyarkat. Hutan yang gundul menyebabkan erosi serta bahaya banjir di musim penghujan. 

“Saya minta kepolisian secepatnya menangkap serta menindak tegas pelaku pembakaran” tambahnya.

“Meski ada penurunan jumlah titik api, akan tetapi kemarau panjang disertai kekeringan tidak menutup kemungkinan api kembali membesar hingga merambat ke area hutan sekitarnya. Untuk itu, penanganan lanjutan sangat diperlukan sampai api benar-benar padam” sebut Marselinus warga kelurahan Lokea.

Pernyataan serupa juga disampaikan dua warga lainnya Ani dan Frans. 

“Pak Bupati, tolong apinya benar-benar dipadamkan. Kami takut nanti musim hujan bisa banjir” ujar keduanya hampir bersamaan.

Kapolres Flotim AKBP. Denny Abrahams ketika dikonfirmasi terkait pelaku karhutla mengatakan masih dalam penyelidikan kepolisian.

Informasi yang didapat wartawan, 2 regu pemadam dari  Pol. PP berjibakau memadam api sejak Rabu malam hingga kamis dini hari berhasil memadamkan 5 titik di kelurahan Puken Tobi Wangi Bao.

Kebakaran terjadi sejak Senin, 16 September 2019 menghangsukan sedikitnya 110 Ha kawasan hutan lindung Ile Mandiri. (*Rita Senak/Editor MR)