Minimnya Air Jelang Kemarau, Panen Sayur-mayur di Bello Berkurang


ZONALINENEWS-KUPANG,- Puluhan hektar lahan sayur di RT 06 dan RT 07/RW 03 Kelurahan Bello, Kecamatan Maulafa Kota Kupang NTT, terpaksa dibiarkan tidak dtanami dengan aneka sayuran karena debit air mulai berkurang.

Kondisi ini sudah berlangsung lima bulan terakhir dalam tahun ini. Bahkan menurut beberapa petani sayur yang ditemui di Bello Rabu, 25 September 2019 mengatakan, kondisi itu telah berlangsung setiap tahun bila musim kemarau tiba.

Welmince Mengi dan Novriani Koro secara terpisah mengaku, akibat dari terbatasnya debit air tersebut mereka kehilangan pendapatan setiap bulan Rp.2.000.000 – Rp.4.000.000 per bulan.

“Biasanya satu hamparan ini sekitar satu hektar ini semua ditanami dengan beberapa jenis sayur, namun karena air terbatas terutama musim kemarau seperti ini terpaksa tanam cukup satu atau dua petak,” jelas Welmince.

Sementara itu Novriani berharap ada perhatian dari Pemerintah untuk membantu pengadaan sumur atau bantuan seadanya, mengingat para petani di wilayah itu, hanya gantungkaan hidup pada Pertanian.

Secara terpisah Ketua RW. 003 Kelurahan Bello. Goris Takene mengatakan, persoalan warga petani sayur di wilayahnya sudah pernah dibicarakan bersama warga, dan dilaporkan kepada pihak kelurahan untuk mendapat bantuan air tengki, untuk mengatasi jangka pendek.

Sedangkan niat sumur bor lanjut Goris menjelaskan sebagaimana diminta warga juga pernah disampaikan dalam proposal ke Pemerintah Kota Kupang bahkan bahkan juga disampaikan kepada anggota dewan Epi Seran tetapi sampai saat ini belum ada jawaban.

“Persoalan ini sudah berlangsung lama terutama pada musim kemarau, sehingga berbagai solusi sudah kita tempuh dan menunggu jawaban Pemerintah,”tandas Takene. (*tim/ Goe)