Minimnya Ketersedian Vaksin Kendala Utama Terjadinya Penyakit Ternak di TTS


Marthen Johanis K. Banunaek,MP.

Zonalinenews-TTS;- Setiap tahun saat pergantian musim baik itu dari kemarau ke penghujan ataupun sebaliknya, pasti akan terjadi serangan penyakit ternak baik itu ternak sapi dengan penyakitnya Sepcaemia Epizootica atau SE maupun Hog Cholera pada ternak babi, dan juga New Castle Disease/ND pada ayam. Deimikian diungkapkan Kabid Keswan, Kesvanet, Pengolahan dan Pemasaran pada Dinas Peternakan Kabupaten Timor Tengah Selatan.drh. Marthen Johanis K. Banunaek,MP. Rabu 18 September 2019.

Menurutnya Semua ini yang sering terjadi di wilayah TTS , dan secara menyeluruh tidak hanya pada wilayah wilayah tertentu.

“Dan khusus untuk ternak sapi yang ada di TTS , kurang lebih ada sekitar 192 ribu ekor. Setiap tahunnya dari Dinas menganggarkan sejumlah anggaran untuk dapat melakukan pencegahan terhadap penyakit SE pada ternak sapi,” ucapnya.

Namun harus diakui Marthen, bahwa setiap tahun alokasi anggaran yang disetujui belum cukup, sehingga vaksin yang dilakukan belum mampu menjangkau semua jumlah ternak sapi yang ada dan hanya bisa dilayani sekitar 60% dari jumlah ternak sapi yang ada.

Lanjutnya, vaksin yang diberikan sebagai bentuk pencegahan dan antisipasi terhadap penyakit ternak baik itu sapi, babi maupun ayam.

Pemberian baksi setiap tahun, namun khusus untuk ternak besar seperti sapi, biasanya terkendala utama saat petugas melakukan Vaksin adalah ternak sapi tidak dikandangkan, namun dilepas bebas sehingga terkadang tidak semua sapi yang ada dapat di vaksin, namun hanya sebagian yang dapat dikandangkan yang dapat di vaksin oleh petugas lapangan.

” Apabila, ada kejadian ternak yang sakit di desa’desa. Disana sudah ada Petugas Pendamping Peternakan Masyarakat/P3M yang ada di setiap desa, dan oleh masyarakat bisa menyampaikan atau ke petugas Keswan disetiap kecamatan untuk selanjutnya dilakukan tindakan oleh petugas,” tutur Marthen.

Namun, menurut Kabid bahwa apabila terjadi penyakit ternak pada jumlah yang besar, maka dari dinas akan membentuk kelompok dan melakukan penanganan atau pelayanan.

Dan khusus untuk ternak sapi, secara normal diakui bahwa adanya bekteri Pasteurela Multocida yang berada pada saluran pernapasan bagian atas, dan jumlah bakteri ini biasanya akan meningkat saat terjadinya pergantian cuaca atau musim.

” pakan juga menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya penyakit SE pada ternak sapi, apalagi pada musim kemarau seperti saat ini. Ketersediaan pakan semakin berkurang, otomatis daya tahan tubuh ternak sapi akan menurun, dan bakteri justru semakin meningkat,” urai Kabid

Ia menambahkan, Dinas Peternakan TTS melakukan pelayanan antisipasi terhadap penyakit ternak, dilakukan pada seluruh wilayah di kabuoaten TTS, tidak hanya pada wilayah tertentu.

:Baik itu diwilayah selatan yang dianggap kering, pada saat-saat seperti ini, Maupun diwilayah Mollo khususnya di Lelobatan yang hampir setiap tahunnya ada kasus penyakit ternak sapi,” jelas Marthen.(*Elli)