PSI, Berkarya Nyatakan Sikap Gabung Dengan PPP Bentuk Poros Fraksi Baru


Foto : Anggota DPRD Kota Kupang Asal PSI, Jeftha Sooai

ZONALINENEWS.COM – KUPANG, Setalah Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tarik diri dari kualisi dengan Partai Hanura di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kupang yang belumnya berna Fraksi Hanura Berkarya PPP PSI Bersatu kini mulai beransur hilang. Sebab, PSI dan Partai Berkarya juga ikut – ikutan tarik diri dari Fraksi tersebut.

Sesuai informasi yang dihimpun zonalinenews.com ketiga partai tersebut yang memiliki lima kursi di DPRD Kota Kupang ini berencana membentuk satu poros Fraksi baru yang terdiri dari PPP, PSI dan Partai Berkarya, dibandingkan harus satu Fraksi bergabung Partai Hanura. Penarikan diri ketiga Parti ini juga ditandai dengan surat pengunduran diri dari kualisi Fraksi dengan Fraksi Hanura oleh PPP, PSI dan Partai Berkarya.

Anggota DPRD Kota Kupang asal PSI, Jeftha Van Sooai yang ditemui wartawan di ruang Fraksi Hanura kemarin, Kamis 12 September 2019 dia megungkapkan, ada kemungkinan besar PSI akan mengikuti jejak PPP tarik diri kualisi Fraksi dengan Partai Hanura. Sebab, PSI sejalan dengan alasan PPP mengundurkan diri kualisi dengan Fraksi Hanura terkait distribusi Alat Kelemkapan Dewan (AKD) yang mengalami deathlok. Menurutnya, tidak terjadi deathlok apabila ada kesepakatan untuk kepentingan beberapa partai kualisi tersebut. Dimana empat partai yang tergabung dalam satu Fraksi Hanura Berkarya PPP PSI Bersatu ini memiliki kepentingan – kepentingan tersendiri,” kata Jeftha.

Dia mengatakan, apabila dalam AKD tersebut hanya satu partai saja yang terakomodir dan tiga, dua atau satu partai itu terbuang sangat disayangkan. “Artinya kedepan itu anggota – anggota yang ada Fraksi ini berjalan tidak harmonis lagi. Maka itu dari pada Fraksi ini berjalan tapi tidak solit lebih baik kita pertimbangkan kembali,” ungkap Jeftha.

Dia menjelaskan, dengan adanya persoalan ini bisa terjadi PSI, PPP dan Partai Berkarya membentuk satu poros Fraksi sendiri. “PSI hampir pasti mengikuti jejak PPP keluar dari kualisi Fraksi dengan Partai Hanura,” tegas dia.

Sementara itu via telepon Ketua DPD Kota Kupang Partai Berkarya Habde Dami yang dihubungi wartawan kemarin, Kamis 12 September 2019 itu dia menjelaskan, Partai Berkarya sebelumnya sudah ada kesepakatan bersama dengan Parati Hanura untuk menjadi kualisi Fraksi. Namnu, politik ini sangat terbuka. Dalam perjalanan kita mengakomodir PSI dan PPP dengan demikian dengan sendirinya komitmen awal itu tidak berlaku lagi. "Memang yang terjadi awal itu adalah kualisi Farksi gemuk karena ada empat partai,” katanya.

Menurut dia, Partai Berkarya juga memeliki pandangan politik sendiri sehingga tidak sekedar ikut – ikutan. “Yang pasti dalam politik ini tidak ada kawan dan musuh yang abadi, yang ada hanya kepentingan, dan kita semua punya kepentingan politik. Dari kepentingan itu bisa mengakomodir kepentingan teman – teman yang lain juga. Dalam mitra komisi kita tidak lagi perhintungkan tentang porsi yang lebih atau kurang. Karena itu semua sudan mencair menjadi satu,” ungkap Habde.

Dalam politik itu, tambah dia Partai Berkarya selalu berusaha untuk menjaga agar kualisi Fraksi yang sudah bubar itu antara kita dengan kita tidak ada masalah. “Keluar dari kualisi Fraksi ini hanya soal pandangan politik saja sehingga tidak ada kata suka atau tidak suka dan senang tidak senang,” jelas Habde. (*hayer)