Ritual Mengusir Tikus di Adonara, Membangun Harmonisasi Manusia Dengan Lingkungan


Zonalinenews.Com, Larantuka,-
Adegan berawal panggung sederhana berlatar sorotan lampu warna-warni. 

Tak berapa lama, terdengar suara ratap perempuan dan anak-anak Adonara karena Hasil panen penopang hidup, terancam gagal, dirusak para tikus.

Petikan gambus mengalir satu-satu memecah hening malam Kiwang Ona. Senyap terus menyergap. Kerumunan penontonpun hening. 

Penggalan kisah di atas, adalah adegan ritual mengusir hama Tikus dari Adonara.

Diikisahakan, suatu waktu terjadi bencana kelaparan di Adonara akibat gagal panen yang disebabkan oleh ulah tikus.

Timbul kelaparan. Terdengar tangisan perempuan dan anak-anak dari hampir setiap rumah penduduk.

Bencana ini diyakini masyarakat setempat sebagai kutukan dari sang pencipta.

Menghilangkan kutukan, tokoh adat melakukan seremoni adat meminta kepada Tuhan melalui leluhur menghilangkan hama tikus.

Seremoni dilanjutkan dengan pemanggilan raja tikus. Pada saat itu, diadakan keramaian semalam suntuk berupa, tari-tarian diiringi bunyi-bunyian gong dan gendang. Dan ketika terbit matahari, sang raja tikus bersama bekal yang telah disediakan dihantar secara bersama-sama ke laut yang diyakini sebagai tempat asalnya.

Keberadaan ritual mengusir Tikus di Festival Lamaholot 2019, sebenarnya menggambarkan harmonisasi kehidupan para leluhur dengan lingkungan sehingga pantas dan layak untuk diteladani. 

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan setempat, Apolonia Corebima mengatakan Ritus Mengusir Tikus Masih ada dan terus dilakukan hingga kini. (*tim)