Siswa SMA Se-NTT Uji Nyali di CCK IX


Zonalinenews-Kupang,- Puluhan Siswa siswa SMA yang tersebar di Nusa Tenggara Timur (NTT), berlomba, uji nyali di Cerdas Cermat Kimia (CCK) ke IX, 16-21 September 2019 di Aula BAAKPSI Undana.

Kegiatan itu rutin digelar oleh mahasiswa pendidikan kimia FKIP Undana, yang tergabung dalam ikatan mahasiswa pendidikan kimia (Imaspika), Tahun ini yang ke sembilan.

Dosen pembina Imaspika, Yosep Lawa A.md S,Pd. M.Biotech. kepada awak media, menyampaikan, menariknya kegiatan pada tahun ini karena melibatkan SMA/MA se-NTT.

“Kegiatan ini menarik, karena awalnya melibatkan 47 sekolah dengan 78 tim, kemudian di diseleksi dan mendapat 32 tim untuk berlaga dalam CCK hari ini” Pungkas Yosep.

Inovasi dalam kegiatan itu, lanjut Yosep Lawa, banyak tim yang dari luar kota Kupang, sehingga memberi nuansa dan kemeriahan yang berbeda. Kegiatan ini akan memperlihatkan level kompetisi tingkat pemahaman siswa SMA di NTT.

“Kalau Tahun-tahun lalu, sekolah di kota yang di unggulkan, tetapi pada Tahun ini saya tidak yakin sekolah di kota yang unggul lagi, karena ada SMA terbaik dari tiap kabupaten yang datang, yang dimana Tahun-tahun kemarin mereka belum ikut lomba. Kali ini mereka sudah datang, pasti hasilnya berbeda,” ucapnya.

Yosep menjelaskan, kegiatan itu dibuat atas rasa keprihatinan perguruan tinggi terhadap krisisnya nilai UN di NTT, sehingga itu menjadi bidik sorot utama Imaspika.

“Kami merasa terpanggil atas merosotnya nilai UN di NTT, sebab Ini tangung jawab kita bersama. Kita buat hal yang berbeda, bahwa kimia bukan sulit, tapi kimia itu menyenangkan, kimia itu Cinta, kimia itu kita,” tutup Yosep Lawa.

Ketua Panitia, Benyamin R Widu ditempat yang sama menyampaikan, tujuan kegiatan itu adalah untuk memberikan semangat bagi pelajar dalam berkompetisi.

“Mengajak semangat pelajar di NTT, untuk memahami kimia seperti suatu permainan yang menyenangkan tanpa melupakan unsur kompetitif,” katanya.

Lanjut Benyamin, lewat kegiatan itu, mereka mengajak pelajar untuk berpikir positif tentang kimia, dan membuang paradikma bahwa kimia itu sulit dan berbahaya.

“Disini ada upaya kami untuk Meningkatkan ketertarikan pelajar untuk belajar tentang kimia, dan mengontrol sejauh mana pemahaman kimia pelajar dan guru tentang ilmu kimia di seluru NTT” imbuh Benyamin.

Benyamin menambahkan, kegiatan itu berawal dari seleksi serentak yang dilakukan pada tanggal 25 Juli 2019, dan hasilnya keluar 1 Agustus dengan membawah 32 besar tim untuk berlomba.

“Setelah seleksi ditiap kabupaten. Pembukaan CCK IX tanggal 16 September, langsung TM. Tanggal 17 dan 18 mulai berlomba dengan 32 besar, tanggal 19 masuk 16 besar, tanggal 20 masuk 8 besar, tanggal 21 Final”

“Untuk pemenang lomba CCK, Juara satu mendapat uang tunai sebesar 7 Juta, juara Dua 6 Juta, juara Tiga 5 Juta, dan juara Empat 4 Juta. Serta ada hadiah utama 1 unit motor beat street bagi pemenang kupon berhadiah dari panitia,” tutup Benyamin.

Boli Gerimu, S.Pd. Guru pendamping tim dari SMA Katolik St Yosep Kalabahi, saat ditemui awak media, menyampaikan, tempat ini menjadi wadah anak-anak untuk belajar memahami dan mencintai pelajaran kimia.

“Lewat seleksi yang begitu ketat, kami bersyukur bisa lolos sampai pada tahap ini, Kabupaten Alor kami satu tim. Persiapannya sekitar bulan Juli setelah lulus seleksi, dan ini baru selesai TM untuk siap berlomba” Kata Guru pendamping tim dari Alor itu di Aula BAAKPSI Undana, usai tiba di Kupang dengan kapal Feri,: Senin 16 September 2019.

“Sebagai guru pendamping, lanjut Boli, dirinya tetap memotivasi siswa siswi untuk terus berusaha, dan berikan yang terbaik untuk diri mereka, sekolah, dan daerah. “Kami tetap memotivasi siswa-siswi untuk terus berdoa dan berusaha yang terbaik,” ucap Boli Guru Kimia itu, penuh gembira.

Informasi yang berhasil dihimpun Zonalinenews, Kabupaten di NTT yang mengikuti lomba CCK IX Tahun 2019, yaitu: kabupaten Kupang, kabupaten Timor Tengah Selatan, kabupaten Belu, Kabupaten Alor, Kabupaten Flores Timur, kabupaten Sikka, kabupaten Ende, kabupaten Sumba Timur, kabupaten Sumba Barat, kabupaten Lembata, kabupaten Rote Ndao, kabupaten Sumba Barat Daya, kabupaten Sabu Raijua, dan kota Kupang.(*Erson)