Featured Video Play Icon

Angin Kencang Robohkan Stand Pasca Penutupan Festival Uyelewun Raya


Zonalinenews- Lembata,- Pasca Penutupan Festival Uyelewun Raya, sejumlah stand kuliner roboh akibat terpaan angin kencang di desa Benihading I kecamatan Buyasuri Kabupaten Lembata Sabtu 19 Oktober 2019.

Kendati demikian akibat terpaan angin Bupati Lembata Eliazer Yentji Sunur ST,MT tetap hadir dalam Penutupan Festival Uyelewun Raya tersebut, Sejumlah warga mencapai Ribuan melingkari Bukit uyelewun Sepanjang Jalan tersebut dengan sambutan Gong dan bunyi-bunyian lainnya.

Penyambutan dengan Gaya tarian memeluk sepanjang kaki bukit Uyelewun terlihat kebersamaaan dan kekompakan masyarakat pulau lembata.

Dalam penyambutan singkat Bupati Sunur saat penutupan Festival mengatakan, Sejumlah Arkeolog nasional telah melakukan penelitian bahwa situs peradaban di kedang di desa Hingalamamengi, orang kedang telah mendiami Kedang sudah sejak 3000 tahun yang lalu.

” Kita tinggal menunggu lapiran hasil arkeolog bisa membuka tabir tersebut,”ucap Sunur.

“Kita ini sebenarnya berasal dari atas Bukit kedang sejenak kita toleh ke bukit ini,”kata Sunur.

Lanjutnya kita berasal dari kedang dari atas bukit ini dan perkembangam dan pertumbuhan manusia sejak peradaban itu karena sudah srmakin banyak jumlah anak Cucu maka mulailah sebagian turun dari arah bukit menuju lereng Gunung ini dan mendiami desa-desa di sekeliling bukit sehingga sampai sekarang desa di sini berjumlah 44.

Saat ini Kedang ada dua kecamatan yakni Kecamatan Omesuri, dan Kecamatan Buyasuri sehingga ke depan akan di mekarkan lagi menjadi dua kecamatan baru dan itu sudah di setujui sesuai mekanisme yang di ajukan.

” saya berharap pada generasi muda jangan sampai peradaban adat di kedang ini akan menjadi pecah karena sesuatu hal, tetapi tetap bersatu dan melestarikan Budaya di Uyelewun ini,” tutup Bupati Sunur.

Sementara itu Ditektur PDT Pasca Konflik Hasrul mengapresiasi kepada Masyarakat kedang pada khususnya dan lembata pada umumnya yang tetap menjaga persatuan dan kekeluargaan dan akan menjadi Teladan pada tingkat Nasional, Lembata perlu di contoh semangat kebersamaannya,.(*Rita Senak)