Barang Jaminan Dipindahtangankan, KNPI NTT Sebut Manajemen Administrasi BRI Buruk


Jhon Dale

Zonalinenews-Kupang,- Barang jaminan milik nasabah berupa 1 Sertifikat Hak Milik Asli Nomor 276 yang dijaminkan oleh Felisitas Nelci Dendo di Bank BRI Unit Tarus Kupang, secara sepihak dipindahtangankan dan/atau diserahkan oleh pihak BRI Unit Tarus kepada pihak lain, dalam hal ini diberikan oleh pihak BRI Unit Tarus kepada Emerentiana M. Araujo, tanpa koordinasi/konfirmasi apapun kepada Felisitas Nelci Dendo sebagai Penjamin.
Demikian Diungkapkan Ketua KNPI NTT, Hermanus Boki kepada Zonalinenews Rabu 16 Oktober 2019.

Menurut Hermanus , dengan pemindahan tersebut memgindikasikan pelayan manajenam administrasi BRI sangat buruk dan lebih ironis lagi, pihak BRI Unit Tarus secara sadar, tahu dan mau telah melakukan perbuatan melawan hukum (pidana) yakni dengan menuliskan nama dan membubuhkan / meniru tanda tangan dari Felisitas Nelci Dendo.

” Ini perbuatan melawan hukum dan harus diusut tuntas. Karena itu sebagai penerima kuasa dari Felisitas Nelci Dendo, KNPI NTT akan terus berupaya untuk memperjuangkan apa yang menjadi harapan dari Pemberi Kuasa, dengan segala resikonya, sekaligus sebagai suatu bentuk koreksi bagi pembenahan manajemen administrasi internal Bank BRI,” tutur Hermanus Boki.

KNPI NTT lanjutnya sudah melakukan koordinasi dan pertemuan bersama dengan Kepala BRI Unit Tarus dan Kepala BRI Cabang Kupang pada tanggal 8 Oktober 2019 bertempat di Kantor BRI Cabang Kupang, dan hasilnya pihak BRI mengakui akan kelemahan dan kelalaian staf yang kurang teliti hingga menimbulkan permasalahan ini.

” Karena itu, KNPI NTT sementara melakukan koordinasi internal dan menyiapkan materi gugatan untuk segera didaftarkan di Pengadilan Negeri Kupang. Kita kedepankan asas praduga tak bersalah, dan biarlah Pengadilan yang punya kewenangan, memutuskan yang terbaik sesuai ketentuan yang berlaku,” tutup Boki.

Terkait persoalan barang jaminan dipindahtangankan secara pihak Zonalinenews Kamis 17 Oktober 2019 pukul 08.30 WITA mengkonfermasi Kepala BRI Cabang Tarus, Philipus Schoulten.

Philipus menjelaskan terkait persoalan itu dirinya tidak tau persis, karena saat itu ( 2017) Kepala Cabang Tarus dijabat oleh Pak Elvis. Saat ini yang bersangkutan masih pendidikan dan terkait persoalan ini sudah ditangani oleh BRI Cabang Kupang.

” Untuk persoalan ini nanti hubungi saja pak Jhon Dale Menager Mikro, beliu yang menangani persoalan ini. Saya takut salah dalam memberikan keterangan karena tidak tau persis persoalannya,” tutur Philpis.

Menager Mikro BRI Kupang, Jhon Dale dikonfermasi diruang kerjanya pukul 09.15 WITA terkait pemindahtangankan barang bukti nasabah milik Felisitas Nelci Dendo. Jhon menjelaskan soal itu terkait pinjaman dengan jaminan sertifikat tanah yang pengembalian mengalami kemacetan.

” Disaat teman-teman menagih susah ketemu dan pembayaran pinjaman tidak pernah lancar sampai pada posisi pinjaman macet. Dan kebetulan saudara kandung yang bersangkutan tau bahwa jamin orangtuanya berada di BRI Cabang Tarus sehingga menyangupi untuk melunasi sisa hutang.

” Kami pada awalnya ragu untuk saudara yang bersangkutan mengambil sertifikat sebagai jaminan namun karen yang bersangkutan membuat surat penyataan yang menyatakan siap bertangungjawab apabila dikemudian hari ada yang menpersoalkan masala ini siap bertanggungjawab,” tutur Jhon.

Lanjut Jhon, teman-teman di BRI Cabang Tarus saat ini berpikir bahwa yang bersangkutan adalah salah satu ahli waris dari pemilik sertifkat tersebut sehingga setelah dilunasi diserahkan ke yang bersangkutan.

” Waktu kami serahkan sertifikat ke ibu Emerentiana dirinya mengakui bahwa dia mempunyai saudara kandung ,” jelas Jhon.

Ketika ditaya wartawan apakah saat menyerahkan sertifikat BRI meminta persetujuan ahli waris lain. Apakah karena Ibu Emerita yang menjamin dan yang melunasi hutang lalu BRI tidak melakukan upaya menghubungi ahli waris lain untuk memyampaikan persoalan ini.

Mendapati pertanyaan itu , Jhon Dale menjelaskan ketika dihubungi sulit untuk bertemu dan ketika pinjaman sudah macet dan akhirnya sampai diselesaikan hutangnya,” ungkap Jhon.

Keika ditanya wartawan, seharusnya kalau seseorang berhutang di Bank datanya tidak perlu diketahui orang lain ( Dijamin kerahasiannya) kok bisa informasi ini sampai ke pihak lain bahkan sampai melunasi hutang..? Apakah ada aturan dari Bank seperti itu ..?

Jhon Dale menjelaskan waktu itu kita berpikir masalah hak waris kalau sampai dijual atau dilelang kasihan san rugi mereka karena bisa jatuh ke tangan lain

Mendapati jawaban itu wartawan bertanya lagi itukan bukan urasan Bank kalau sudah jatuh tempo yang dilelang saja kenapa sampai begitu …?

Lalu Jhon Dale menjawab sisa pinjaman keseluruhan 20 juta baru berjalan beberapa bulan dan tidak bisa dilunasi sehingga sisa pinjaman sebesar 17 Juta dan berdasarkan surat pernyataan dari ibu ibu Emerentiana Bank menyerahkan sertifikat ke tersebut.

” Ini kan pemilik hak sertifikat sudah meninggal sehingga dengan sendiri turun ke ahli waris dan saat konfermasi kami sampaikan persoalan ini yang bisa di hubungi adalah ibu Emerentiana dan suadara kandungnya sulit dutemui sehingga Bank melakukan transaksi dengan ibu Emerentiana ,” tutup Jhon. (*tim)