BUPATI ALOR BUKA SEKOLAH LAPANG GEOFISIKA


Zonalinenews-Kakabahi,- Posisi Kabupaten Alor yang berada diantara lempengan Australia dan Asia menjadikannya sebagai salah satu daerah yang berada dalam jalur gempa dan tsunami. Keberadaannya ini membuat Kabupaten Alor tidak dapat terhindar dari kejadian gempa bumi dan juga tsunami. Untuk itu, masyarakat Kabupaten Alor wajib diberikan pemahaman tentang kewaspadaan dan deteksi dini terhadap bencana gempa bumi tsunami.

Menyikapi hal ini, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kabupaten Alor menggelar kegiatan Sekolah Lapang Geofisika yang melibatkan unsur Orgnisasi Perangkat Daerah lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Alor, TNI, POLRI, LSM, Akademisi dan para wartawan media cetAk dan elektronik. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari (9-10 Oktober 2019) di Aula Kopdit Citra Hidup dibuka secara resmi oleh Bupati Alor.

Bupati Alor Drs. Amon Djobo saat membuka kegiatan menegaskan, Kabupaten Alor berada dalam cincin gempa berskala besar, sehingga gempa bumi sering terjadi di Kabupaten Alor, walaupun belum pernah terjadi gempa bumi di atas dari 6 skala Richter. Akan tetapi Kabupaten Alor sudah pernah mengalami gempa besar yang mengakibatkan kerugian harta benda dan korban jiwa.

Kegiatan yang dilakukan oleh BMKG ini lanjut Bupati Djobo sangat bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Alor sebagai media untuk memberikan informasi, pemahaman sekaligus dorongan untuk mengantisipasi kejadian gempa bumi tsunami.

“Saya bersama masyarakat Kabupaten Alor menyampaikan terima kasih atas niat tulus dari BMKG yang menyelenggarakan Sekolah Lapang Geofisika di Kabupaten Alor. Saya harap para peserta setelah mengikuti kegiatan tersebut dapat menyampaikan informasi-informasi tentang kewaspadaan dini kepada masyarakat baik secara langsung maupun melalui sekolah-sekolah, gereja dan mesjid agar masyarakat dapat mengetahui dan memahaminya,”tandas Bupati Djobo.

Kepala Balai Besar BMKG Wilayah III Denpasar Drs. Muhamad Taufik Gunawan, Dipl. SEIS dalam sambutannya mengatakan, kejadian gempa bumi dan tsunami di negara Indonesia merupakan kejadian yang telah ditakdirkan sebab Indonesia berada dalam tiga lempengan yakni lempengan Asia, Pasifik dan lempengan Australia.

Sedangkan, Kabupaten Alor berada dalam lempengan Australia dan Lempengan Asia. Kondisi ini menurut Kepala Balai Besar menjadikan Kabupaten Alor sebagai salah satu daerah di Indonesia yang berpotensi mengalami bencana gempa bumi dan tsunami.

Untuk itu, Kegiatan Sekolah Lapang Geofisika kata Kepala Balai Besar, dilakukan oleh BMKG dalam rangka memberikan informasi dan kompetensi tentang penganggulangan dan deteksi dini sekaligus untuk menyatukan persepsi dengan semua pihak terkait penanggulangan bencana gempa tsunami di Kabupaten Alor.

“Kegiatan ini akan dilaksanakan selama dua hari, yakni hari pertama penyampaian materi di Aula Kopdit Citra Hidup dan pada hari kedua akan digelar Gladi Ruang di Aula Hotel Pulo Alor. Saya harap peserta dapat mengikuti secara tekun dan serius, ” harap Kepala Balai Besar.

Para peserta Sekolah Lapang ini akan menerima materi tentang “Potensi Gempa Bumi dan Tusnami, Peringatan Dini Tsunami dan Produk Peringatan Dini Tsunami”. Materi-materi tersebut akan disampaikan oleh beberapa Nara Sumber yaitu, Kepala BPBD Kabupaten Alor Ir. Cristhina Bely, Kepala Balai Besar Wilayah III Denpasar Drs. Muhamad Taufik Gunawan, Dipl. SEIS, Kepala Stasiun Geofisika Alor Sumawan ST, MM, Kepala Stasiun Geofisika Kupang Robert Owen Wahyudi, S.Si, dan Kepala Sub Bidang Mitigasi Tsunami BMKG Pusat Weniza, S.Kom, M.Sc. (* Humas Pemkab Alor : Edy Kaful/Foto : Adibu Masae, Robert Meok)