BUPATI ANTON HADJON: MELALUI PROGRAM GEMPUR STUNTING, MENU SEHAT DAN BERGIZI MENGGUNAKAN BAHAN LOKAL


Zonalinenews-Larantuka,- Bupati Flores Timur, Antonius H. Gege Hadjon, ST; melalui program gempur stunting meminta Dinas Kesehatan untuk membuat menu Sehat dan bergizi dengan menggunakan bahan lokal untuk Pemberian Makanan Tambahan (PMT) baik pemberian secara reguler dan juga PMT khusus yang dibuat untuk jangka waktu 90 hari dengan bahan dasar kastela, sorgum dan marungge. Makanan gizi seimbang ini akan diberikan kepada sebanyak kurang lebih dua ribu anak dengan takaran tiga kali sehari selama 90 hari.

“Saya minta mereka susun menu yang sehat dan bergizi simbang yang menggunakan bahan lokal. Diantaranya sorgum, kastela dan merungge, yang merupakan bahan lokal yang menjawabi sumber gizi, ungkap Bupati Anton Hadjon dihadapan para petani se-Kecamatan Titehena pada pencanangan revolusi pertanian yang diselenggarakan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Flores Timur di Desa Bokang belum lama ini.

“Kita juga buat program gempur stunting dan untuk program ini saya sudah perintahkan Dinas Kesehatan buat menu untuk pemberian makanan tambahan baik pemberian secara reguler dan juga PMT khusus yang kita buat selama 90 hari tersebut, ujarnya.
Mengkisahkan kembali pengelaman Uskup Larantuka, Mgr. Frans Kopong Kung, Pr. di Roma, Italia, Bupati Anton Hadjon mengatakan saat berkunjung ke Roma, Bapak Uskup bercerita bahwa disetiap warung kakan, didepan warung itu diletakan kastela (sebutan lamaholot “besi”). ” Disana, kata Bapa Uskup, kalau orang makan besi itu bergengsi, karena itu makanan yang dianggap bergizi tinggi, sehingga kalau siapapun yang makan makanan pembukanya besi ada gengsi-gengsi khusus yang dirasakan oleh yang bersangkutan.
Kalau di Flores Timur, kata Bupati Anton Hadjon, makan kastela itu luar biasa, karena apa yang dimakan babi juga dimakan oleh manusia. “Kami biasanya membeli kastela di pasar, orang berpikir di rumah jabatan ada pelihara babi, padahal tidak; yang makan itu Bupati dan keluarga. Istri saya membeli kestela untuk membuat kue, kami menggantikan terigu dengan kastela, demikian halnya dengan sorgum dan ubi, karena melalui bahan-bahan ini bisa nenghasilkan tepung, ujar Bupati Anton Hadjon.

Bapa desa di Bokang ini masih jual terigu ya? tanya Bupati Anton Hadjon. Mendengar jawaban masyarakat bahwa masih menjual terigu, sontak seketika itu juga Bupati Anton Hadjon meminta Kepala Desa Bokang untuk menghentikan penjualan terigu. “Bapa Desa hentikan sudah supaya kita mulai terbiasa dengan apa yang kita miliki. Harus mampu hentikan, kalau mau membutuhkan kekuatan, lakukan pertemuan dengan masyarakat, saran Bupati Anton Hadjon.
Menurutnya, ada beberapa produk sebenarnya bisa diperoleh dalam desa sendiri tanpa harus mendatangkannya dari luar, misalnya terigu dan telur. Demikian halnya dengan makanan sorgum, untuk program PMT saja belum mencukupi semuanya. Bahkan investor yang berencana membeli sorgum sebanyak 50 ton, namun yang tersedia hanya mencapai 7 ton saja. “Kebutuhan besar tapi ketersediaannya masih kurang dan yang memiki lahan adalah petani di Flores Timur, ujarnya

Karena itu Pemerintah, kata Bupati Anton Hadjon harus mampu memfasilitasi supaya lahan yang ada dapat dimanfaatkan secara maksimal dan juga produktifitas dari apa yang ditanam itu menjadi semakin meningkat.(*Kerjasama Humas Setda Flotim dan Zonalinenews.Com)