Curi Lombok di Pasar Kasih Naikoten I, Dolof Diamankan Warga Saat Main Judi


Zonalinenews-Kupang,- Dolof L ( 20) warga Labat Kota Kupang NTT, diamankan oleh warga Pasar Kasih Naikoten I Kota Kupang NTT, Sabtu 19 Oktober 2019, pukul 10.00 WITA. Karena diduga mencuri Lombok besar milik Yanto Polin (33) pedagang pasar Kasih Naikoten I.

Kejadiannya berawal dari Yanto Polin, pada Jumat 18 Oktober 2019 malam merasa kehilangan lombok besar sebanyak 20 kilogram yang akan diperdagangkan di pasar Kasih.

” Saya hendak menjual lombok besar di lapak, namum saya merasa kaget karena lombak besar saya, sabanyak 20 kilogram hilang di lapak,” tutur Yanto kepada Zonalinenews.

Lanjut Yanto, setelah mengecak dan mendapati keterangan dari beberapa orang saksi yang berada di lokasi dekat lapak (tempat jualan) dirinya mendapati informasi bahwa yang mengambil lombok besar miliknya adalah Dolof.

Berdasarkan keterangan itu, Yanto akhirnya mengadukan persoalan ini pada Ketua RW 08 Kelurahan Naikoten I, Fransiskus Kolin, sehingga pada Sabtu, 20.00 WITA Ketua RW 08 meminta beberapa warga menjemput Dolof yang saat itu, sedang asyik bermain judi BG di pasir Kasih Naikoten 1 Kupang.

Setelah dijemput Dolof dibawa ke rumah Ketua RW 08 Naikoten Fransisikus Kolin , setelah ditanya Dolof L, mengakui bahwa dirinya yang mengambil lombok besar milik Yanto kemudian dijual.

Mendengar pengakuan Dolof, Ketua RW 08 menghubungi Babinsa Kelurahan Naikoten I, Sertu I Dewa Putu Sugiatmika , setelah tiba di kediaman Ketua RW 08, Sertu I Dewa mengintrograsi, dan Dolof mengakui perbuatan dan bahkan mengakui bahwa uang hasil penjulan lombok dipergunakan untuk berjudi Bola Guling ( BG) di lokasi pasar Kasih Naikoten I Kupang.

Setelah Dolof mengakui perbuatannya Sertu Dewa menanyakan ke korban apakah persoalan ini akan dibawa ke rana hukum, mendapati pertanyaan tersebut Yanto Polin meminta agar persoalan ini diselesaikan secara kekeluargaan karena korban saban harinya bekerja sebagai tukang ojek di Pasir Kasih, bahkan pelaku akrab dengan korban yang sering nongkrong di lapak korban.

” Saya mau persoalan ini diselesaikan secara kekeluargaan tapi pelaku menganti rugi lombok besar yang telah diambil dan dijual minimal modal kembali,” tutur Yanto.

Setelah dilakukan pembinaan oleh Ketua RW 08 Naikoten I ditemani Babinsa akhirnya perrsoalan ini diselesaikan secara kekeluargaan diakhiri dengan penandatangan pernyataan bersama.

Kepada Zonalinenews, Babinsa Kelurahan Naikoten I, Sertu I Dewa Putu Sugiatmika
meminta kepada PD Pasar untuk melakukan pengamanan pasar.

” Tolong PD Pasar menyiapkan security untuk pengamanan pasar sehingga jangan lagi terjadi kehilangan seperti ini. Kan kejadian kehilangan di pasar sudah berulang kali, dan kami Babinsa yang selalu dihubungi untuk menangani masalah ini, mana tanggungjwab PD pasar,” tutur Babinsa .

Sertu I Dewa kesal dan meminta pada orang yang sering mengaku preman yang juga mengaku diri sebagai keamanan pasar mana tanggubjwabnya.

” ini saat kejadian pencurian orang yang mengaku preman pasar dan sering mendapat uang keamanan tidak hadir untuk menangani persoalan ini . Malah saya dan Babinkamtibmas yang sering menangani persoalan di pasar,” jelas Sertu I Dewa kesal.

Ketika ditanya wartawan soal aksi perjudian yang sering kali terjadi dilokasi pasar kasih yang merupakan wilayah penugasan dirinya sebagai Babinsa di kelurahan Naikoten Satu.

” Persoalan permainan judi sering kali di sini, dan sudah menjadi kebiasaan. Untuk itu saya akan koordinasikan dengan lurah terkait persolan itu untuk ditangani,” tegas Sertu I Dewa. (*tim)